| Hamas-Fatah Sepakat Akhiri Ketegangan | | |
| Tuesday, 17 February 2009 | |
|
Hamas-Fatah bersepakat akhiri ketegangan dan menyatukan pemerintahan dan kabinet dalam rentang waktu dua tahun Pertemuan tingkat tinggi antara dua sayap utama gerakan Palestina, Hamas dan Fatah, yang selesai digelar di Kairo pada Sabtu (14/2) kemarin menghasilkan kesepakatan rekonsiliasi antar kedua belah pihak. Pertemuan yang disponsori oleh pemerintahan Mesir ini tercatat sebagai pertemuan tingkat-pemimpin pertama antara Hamas dan Fatah semenjak Hamas menguasi jalur Gaza. Keterangan resmi yang ditandatangani bersama oleh keduanya menjelaskan, jika pertemuan tersebut digelar sebagai usaha keras yang dilakukan untuk kemaslahatan Palestina dan mengakhiri perpecahan. Petemuan ini juga digelar sebagai jawaban atas berbagai seruan yang datang dari negara-negara Muslim yang mendesak kedua belah pihak untuk segera mngakhiri ketegangan dan mengutamakan persatuan. Presiden Turki Abdullah Gul, misalnya, beberapa waktu lalu mengkritik keras adanya perpecahan dalam tubuh Palestina. Gul secara tegas menyatakan jika Palestina tidak akan bisa menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan penjajah Israel selama mereka sendiri masih silih berselisih. Harian Palestina yang terbit di London, al-Quds (15/2) mengabarkan, pertemuan yang dihadiri para petinggi Hamas dan Fatah itu menyepakati untuk mengakhiri ketegangan antar kedua belah pihak, membebaskan tahanan politik antar keduanya, serta bekerja sama untuk menyelesaikan problem dalam negeri Palestina dan memprioritaskan kepentingan umat lebih dari kepentingan golongan. Lebih jauh lagi, kedua belah pihak juga bersepakat untuk menyatukan pemerintahan dan kabinet, sekalipun dalam rentang waktu yang dibatasi, yaitu selama dua tahun. Dari sayap Hamas, hadir Dr. Mousa Abu Marzuq (wakil kepala biro politik Hamas) dan Dr. Mahmoud az-Zahhar (petinggi Hamas), sementara sayap Fatah diwakili oleh Ahmad Qari' dan Dr. Nabil Sa't. Setelah Hamas menguasai Gaza pada pertengahan 2007 silam, suhu ketegangan antara Hamas dan Fatah--yang menguasai Tepi Barat--semakin memanas. Puncak dari ketegangan ini adalah meledaknya bentrok fisik dan senjata, pendudukan kantor dan instansi, serta penculikan anggota antara kedua belah pihak. Rencananya, Hamas dan Fatah akan kembali menggelar pertemuan di Mesir pada 21 Februari mendatang. [atj/qds/www.hidayatullah.com] |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar