REKENING KNRP KEPRI

Rekening KNRP KEPRI:


1. BSM Cab. Mukakuning Batam (Kode Bank : 451) a.n KNRP KEPRI No. Rek. 7017234204

Selasa, 27 Januari 2009

Labbaika Filashtin (Kami memenuhi panggilanmu wahai Palestina)

Dr. Mahdi 'Akif, Mursyid 'Aam Ikhwanul Muslimin

Labbaika Filashtin (Kami memenuhi panggilanmu wahai Palestina)
Minggu, 25/01/2009 11:14 WIB Cetak | Kirim | RSS

Sungguh ruh maknawi yang agung ini serta iman yang kokoh di dalam dada adalah faktor utama dari setiap kemenangan. Sampai sekarang tentara-tentara militer tetap mengutamakan ruhiyah dan psikologi prajurit sebagai faktor utama kekuatan pasukan.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah Saw, serta kepada para sahabat dan pengikutnya.
Allah Swt berfirman, "Sesungguhnya Allah akan membela orang-orang yang beriman, sesungguhnya Dia tidak menyukai para pengkhianat dan orang-orang kafir. Diizinkan bagi mereka yang dizalimi untuk berperang, dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa untuk menolong mereka. Mereka yang diusir dari negeri mereka dengan jalan yang tidak benar, hanya karena mereka berkata, 'Tuhan kami adalah Allah'." (Al-Hajj: 38-40)
Ayat yang mulia di atas menerangkan kepada kita bahwa Allah akan melindungi hamba-Nya yang beriman dari kejahatan kaum kafir, dengan cara mengizinkan mereka untuk berperang, dan Allah-lah yang akan memenangkan mereka, sebab Dia Maha Kuasa untuk menolong hamba-Nya. Hal itu karena mereka adalah orang-orang yang berada di atas kebenaran yang nyata, dan mereka telah dizalimi dengan diusir dari negeri mereka sendiri dengan cara yang tidak benar. Perang diwajibkan atas mereka, bukan sengaja mencari jalan untuk berperang, mereka tidak punya dosa selain karena menolak untuk menjadi hamba selain bagi Allah Rabb semesta alam.
Ayat di atas telah meletakkan sebuah asas hukum Ilahi yang tak kan pernah berubah. Yaitu bahwa kebenaran yang dizalimi pasti akan menang dan kebatilan yang zalim pasti akan kalah. "Dan katakanlah bahwa telah datang kebenaran dan lenyaplah kebatilan, sungguh kebatilan pasti akan lenyap." (Al-Isra: 81).
Tidak ada tujuan—setelah Allah—dalam melenyapkan bencana yang menimpa umat ini, selain dengan berjihad dan melakukan segala bentuk perlawanan, walaupun kekuatan yang dimiliki tidak mencukupi, selama ada firman Allah… "Orang-orang yang yakin pertemuan dengan Allah berkata, 'Betapa banyak kelompok kecil yang menang melawan kelompok besar dengan izin Allah. Dan sungguh Allah bersama orang-orang yang bersabar'." (Al-Baqarah: 249)
Pernyataan dalam ayat di atas telah terjadi pada kaum muslimin di perang Badar melawan kaum kafir, juga dalam Hiththin melawan pasukan Salib, perang Ain Jalut melawan pasukan Tatar, dan belum lama ini dalam perang Tamuz tahun 2006 M di selatan Lebanon. Dalam perang-perang tersebut hancur-leburlah kebatilan yang lengkap dengan persenjataan mereka melawan kebenaran yang ditolong dengan bantuan dari langit.
Dengan jihad seperti ini, kebenaran akan menjadi tinggi, ummat tidak akan menjadi hina, dan musuh tidak akan berani merendahkannya. Dengan jihad, menyatulah kemuliaan dunia dan nikmat akhirat dengan izin Allah. Inilah kabar gembira bagi kita di masa-masa ini. Kita melihat kabar gembira tentang kemenangan para pejuang di Gaza. Mereka yang bertahan dalam memperjuangkan hak-hak mereka, tanah air mereka, agama mereka, proyek jihad mereka yang menolak segala kehinaan dan kerendahan. Padahal mereka dibantai, tapi mereka tidak mau berupaya untuk membalas bantaian dengan bantaian.
Ruh Maknawi yang Agung
Para mujahidin mengetahui bahwa seribu kali kalah dalam perang melawan musuh di medan perang, lebih ringan dari pada satu kali kekalahan dalam perang melawan diri sendiri. Oleh karena itu, mereka memulai langkah mereka dengan perang melawan diri sendiri. Mereka berhasil mendidik generasi kaum Mukminin tentang makna-makna iman, kehormatan, keberanian dan keyakinan akan pertolongan Allah bagi orang-orang yang beriman.
Mereka tidak terpengaruh oleh tudingan-tudingan miring yang mementahkan perjuangan mereka, seruan-seruan untuk menyerah serta sesumbar musuh yang memiliki kekuatan yang dapat mengalahkan mereka. Mereka meyakini bahwa Allah jauh lebih besar dari semua ciptaan-Nya. Dialah sumber kekuatan yang tiada terkalahkan. "Allah selalu menang dalam setiap urusan-Nya, tetapi kebanyakan orang tidak mengetahuinya." (Yusuf: 21)
Mereka telah mengikat janji transaksi kepada Allah, transaksi yang selalu diserukan oleh para hamba pilihan Allah yang memiliki jiwa besar. Allah berfirman, "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman nyawa dan harta benda mereka dengan harga Surga. Mereka berperang di jalan Allah, membunuh dan terbunuh. Sebagai sebuah janji yang benar dari pada-Nya, yang telah tertera di dalam Taurat, Injil dan Al-Quran. Dan barang siapa yang menepati janji (transaksinya) dengan Allah, maka berbahagialah dengan jual beli yang kalian jalani, sungguh hal itu adalah keberuntungan yang besar." (At-Taubah: 111)
Sungguh ruh maknawi yang agung ini serta iman yang kokoh di dalam dada adalah faktor utama dari setiap kemenangan. Sampai sekarang tentara-tentara militer tetap mengutamakan ruhiyah dan psikologi prajurit sebagai faktor utama kekuatan pasukan. Bahkan penilaian terkecil para pakar strategi militer mengakui bahwa ruh maknawi memiliki kekuatan lebih dari 50 % dari kekuatan seluruh pasukan. Di satu sisi, sebagian pakar yang lain berpendapat bahwa dengan pesatnya perkembangan teknologi persenjataan modern, menyebabkan semakin sedikit tentara yang saling berhadapan langsung, sehingga kekuatan maknawi ini tidak kurang dari 3/4 dari kekuatan pasukan.
Jihad yang terjadi di Palestina sekarang, seolah-olah mengatakan bahwa kekuatan ruhiyah tersebut melebihi 90 %. Walaupun demikian para pejuang memahami bahwa hal itu tidak berarti mereka tidak memerlukan perlengkapan yang cukup dan latihan yang baik sesuai dengan kemampuan mereka, sebagai upaya merealisasikan perintah Allah yang berbunyi, "Dan persiapkanlah bagi mereka (musuh-musuh Allah) kekuatan, apa saja yang engkau bisa, dan dari kuda-kuda perang yang ditambat, yang dengannya engkau membuat gentar musuh Allah dan musuh kalian." (At-Anfal: 60). Mereka mengetahui bahwa dengan ruh maknawi yang agung, iman yang kokoh, keyakinan yang sempurna akan pertolongan Allah, dan dengan perlengkapan serta latihan yang baik sesuai kemampuan, mereka akan memperoleh kemenangan.
Telah kita lihat bersama bagaimana kabar gembira tentang kemenangan itu. Walaupun musuh menggunakan pesawat tempur, tank-tank, tentara dengan jumlah besar, sekalipun mereka mengerahkan seluruh kekuatan tempur baik udara, laut dan darat, dan mereka berupaya keras untuk menghancurkan perlawanan mujahidin dengan menembakkan berton-ton bom ke atas kepala penduduk yang tak berdosa, para mujahid tidak pernah gentar menghadapi perlakuan yang keji itu, mereka tidak pernah lemah menghadapi kekuatan besar itu. Mereka tetap bertahan dengan meluncurkan rudal-rudal, di saat pesawat udara Israel berputar-putar di atas langit Gaza.
Lihatlah ratusan ribu penduduk Israel, betapa mereka merasa sangat ketakutan, setelah rudal-rudal itu mampu membunuh dan melukai sebagian mereka serta menghancurkan beberapa pabrik di kota-kota Israel. Lihatlah betapa pejuang mampu menangkap dan menahan beberapa tentara musuh, dan usaha itu mencengangkan banyak orang. Walaupun musuh Zionis telah memulai serangan brutal ini, tetapi yang mendapatkan kemenangan insyaallah para mujahid yang berjuang dengan segenap kekuatan dan ketabahan. Kemenangan insyaallah bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang zalim akan mengetahui akibat dari perbuatannya. Allahuakbar wallillahilhamdu (SINAI/IKH)






Dr. Mahdi 'Akif, Mursyid 'Aam Ikhwanul Muslimin
Mari Dukung Perjuangan Hamas
Jumat, 19/12/2008 10:57 WIB Cetak | Kirim | RSS Rakyat Palestina berinteraksi dengan Hamas dan mereka dapati bahwa gerakan ini tidak dikotori ambisi duniawi dan tidak mengharapkan kekuasaan dalam arti sempit.
Bismillaahirrahmaanirrahiem. Selawat dan salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabat serta orang-orang yang loyal kepadanya.
Hamas, Lubuk Perjuangan Umat
Hamas adalah hati umat Islam dan kemuliaannya. Hamas telah menghidupkan semangat rakyat Palestina yang telah beku. Hamas membangkitkan harapan yang pernah lenyap. Hamaslah yang telah menggagalkan proyek Zionisme dalam penghancuran jantung umat Islam di Palestina. Hamaslah yang telah memaksa dunia internasional untuk mengakui keberadaan bangsa Palestina setelah sekian tahun tidak diakui keberadaannya.
Karena itulah umat Islam Palestina telah mendapatkan naungan hingga seluruh rakyat Palestina mendukungnya dengan sepenuh hati. Kalaulah tidak karena tabir dan rintangan yang dibuat oleh pemerintah otonom, maka ribuan mungkin jutaan sukarelawan akan bergabung melawan penjajah untuk membebaskan negeri Palestina dan membersihkan kesucian Al-Quds serta mengembalikan hak-hak rakyat Palestina.
Tipuan Politik
Seiring dengan perjalanan waktu, negara-negara besar menggunakan tipu daya dan kecurangan politik dalam melancarkan misinya. Fitnah dikobarkan di tengah revolusi rakyat Palestina. Di balik komoditas perjanjian damai, Zionis berusaha menggunakan kesempatan untuk meluaskan daerah jajahan dan mengokohkan pendudukan atas tanah Palestina serta membangun tembok pemisah, membunuh para pejuang kemerdekaan, memblokade Gaza, menghancurkan bangunan-bangunan penduduk, dan merusak pertanian-perkebunan.
Hamas Adalah Harapan Rakyat Palestina
Penyemangat gerakan perlawanan Islam Palestina terhadap Zionis adalah Hamas. Rakyat Palestina merasa bahwa harapan mereka dalam perjuangan merebut kemerdekaan dan masa depan adalah Hamas. Mereka hidup berinteraksi dengan Hamas dan mereka dapati bahwa gerakan ini tidak dikotori ambisi duniawi dan tidak mengharapkan kekuasaan sempit.
Orang-orang Hamas tetap mengangkat senjata dan melakukan perlawanan mengusir penjajah. Memberikan pelayanan kepada rakyat dalam bidang pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Mereka mengamalkan nilai-nilai dan prinsip Islam dalam kehidupan. Inilah awal gerakan perlawanan bersenjata skala dunia yang berhasil menyedot potensi musuh-musuh Islam.
'Gempa' dan 'Badai'
Dari sini mulai terjadilah kegemparan kemudian terjadi badai dalam perang psikologis dan pemikiran di Palestina. Gempar terjadi di kalangan rekan-rekan seperjuangan dan negara-negara Arab serta negara-negara Barat, terlebih Amerika Serikat dan yang pasti adalah penjajah Israel.
Kegemparan ini masih terus terjadi sebelum Hamas mau melucuti prinsip dan syiar perjuangan mereka melawan Israel. Tekanan pertama yang mereka lakukan adalah dengan ancaman memutus bantuan kepada rakyat Palestina. Dalam rangkaian konspirasi internasional, bagaimana menlu AS tidak hanya dengan ancaman boikot saja dan tidak hanya memprovokasi sekutu Baratnya, tetapi juga mengajak negara-negara Arab, seperti Mesir, Arab Saudi dan negara-negara teluk untuk menghentikan dukungan dan bantuannya kepada rakyat Palestina.
Mereka menekan pemerintah daerah kawasan dengan argumen bahwa dukungan kepada pemerintahan Hamas di Palestina akan memperlambat perbaikan politik dan penerapan demokrasi serta langkah mundur dalam penghormatan hak asasi manusia.
Kewajiban Kita
Kewajiban kita terhadap saudara-saudara kita, rakyat Palestina dan Hamas agar kita dapat mencegah badai yang dihembuskan Zionis dan Amerika:

– Saya menyerukan untuk menertibkan kembali PLO dengan dasar kebangsaan yang murni dan sesuai dengan kriteria demokrasi.
– Saya mengajak warga Palestina di luar Palestina yang jumlahnya lebih dari warga yang tinggal di Palestina untuk mendukung saudara mereka yang tengah berjuang di Palestina secara moril dan materiil, politik, ekonomi dan sosial.
– Saya mengajak pemerintah negara-negara Arab untuk tidak tunduk kepada tekanan Amerika, bahkan kita harus meningkatkan sokongan kita kepada bangsa Palestina dalam perjuangannya mengusir penjajah Israel.
– Saya juga mengajak OKI untuk menggelar muktamar internasional negara-negara Islam untuk menguatkan dukungan kepada rakyat Palestina menghadapi konspirasi baru Zionis dan negara-negara Barat.
– Saya menaruh harapan besar kepada rakyat Arab dan negara Islam dan saya percaya bahwa mereka dalam keadaan sangat siap untuk memberikan pengorbanan harta, jika tidak bisa memberikan jiwanya untuk mendukung saudara kita di Palestina yang merupakan perwujudan dari pejuang terdepan dalam pembebasan Al-Quds dan tanah sucinya di Palestina.
– Terakhir, saya berikan dukungan khusus kepada Hamas, “Tsabatlah dengan prinsip kalian dan tetaplah pada jalan perjuangan kalian meski diterpa badai bertubi-tubi.
"Rakyat Palestina bersama kalian. Umat Islam bersama kalian. Bangsa Arab juga bersama kalian dan Allah di atas segala sesuatu tetap bersama kalian.
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. (Muhammad: 7-8)
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al-Ankabut: 69)”
Selawat dan salam semoga tercurah kepada nabi kita, nabi Muhammad saw. keluarganya serta para sahabat.

Hamas Bangga dengan Indonesia & Pesan Hamas untuk Umat Dunia

26/01/2009 - 15:06

Hamas Bangga dengan Indonesia

Dewi Adhitya S Koesno

INILAH.COM, Jakarta - Tokoh Hamas yang juga Penasehat Khusus PM Palestina, Sami Abu Zuhaer, mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang peduli dengan Palestina. Bahkan Sami bangga dengan Indonesia.

"Kami sebagai warga Palestina merasa bangga mempunyai hubungan erat dengan warga Indonesia. Hal itu karena merasakan sesungguhnya kita umat yang satu," ujar Penasehat Hukum PM Palestina, Sami Abu Zuhaer saat acara penyerahan bantuan pelajar Al-Azhar Indonesia kepada anak-anak Palestina melalui Sami Abu Zuhaer di Mesjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (26/1).

Menurutnya, dukungan yang diberikan warga Indonesia menjadi semangat dalam membangun kembali Palestina. "Mudah-mudahan dukungan ini bisa berjalan seterusnya," imbuhnya.

Sami mengatakan, meskipun saat ini Palestina kehilangan banyak nyawa, namun hal itu bukanlah kekalahan, melainkan kemenangan Palestina di jalur Gaza.

"Betul kami kehilangan anak dan keluarga, rumah-rumah hancur, kami yakin akan menang dan warga Palestina merdeka, karena peperangan kami berdasarkan aqidah," jelas Sami.

Saat ini, tambahnya, sudah lebih dari 1300 warga Palestina meninggal karena penyerangan Israel, namun Palestina tetap merasakan kemenangan.

"Sekarang justru yang saya dengar ada 300 bayi lahir di wilayah Palestina, jadi jumlah itu dua kali lipat dari warga yang tewas. Insya Allah itu menjadi kekuatan baru," tandasnya. [tha/ana]

Pesan Hamas untuk Umat Dunia

Herdi Sahrasad


(istimewa)

INILAH. COM, Jakarta – Hamas selalu seperti itu. Dia hidup di tengah berbagai deraan. Hebatnya, mereka bisa melewati semua tekanan itu. Karena ketegaran itulah, Hamas mengirim pesan tentang kebenaran versi mereka untuk umat dunia.

Tak tanggung-tanggung, tiga tekanan besar sudah dihadapi Hamas. Pertama, embargo keuangan internasional yang dikompori Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Kedua, sabotase politik yang terus-menerus dilakukan oleh oknum-oknum dari rezim Orotitas Palestina yang kalah pemilu dan lebih ingin hidup ‘damai’ di bawah Israel.

Ketiga, semakin ganasnya penjajahan Israel menangkapi para pemimpin Palestina dan memperlakukan rakyatnya lebih biadab dari rezim apartheid Afrika Selatan puluhan tahun silam. Israel, terakhir, bahkan menyerang Jalur Gaza selama tiga minggu.

Khaled Meshaal, pemimpin Hamas di Suriah, adalah pusat pusaran ujian bangsa Palestina saat ini. Dialah orang nomor satu di Harakah Al Muqaawamah Al-Islamiyah. Usianya lebih 50 tahun.

Tepat sembilan tahun yang lalu, ia pernah setengah mati setengah hidup. Gara-garanya, syaraf di dekat telinganya diinjeksi gas racun oleh dua agen Mossad di Yordania.

Sepuluh agen berpaspor Kanada dikirim PM Israel waktu itu, Benjamin Netanyahu, untuk membunuh Meshaal. Walaupun dua agen berhasil ditaklukkan seorang pengawal Meshaal, racun sudah terlanjur disuntikkan. Kedua Mossad yang dibekuk itu lalu ditukar dengan antidote alias penawar racun dan dibebaskannya Asy-Syahid Syeikh Ahmad Yassin. Alih-alih berhasil membunuh Meshaal, Israel malah terpaksa melepas ulama mujahid besar itu dari hukuman penjara seumur hidup.

Hamas semakin populer pasca-agresi Israel. Di mata aktivis Hamas, Israel telah gagal melemahkan Hamas, baik melalui politik maupun aksi militer.

Meninjau situasi di Gaza pasca-agresi Israel, Sekjen PBB, Ban Ki-moon tak mampu berkata-kata. Serangan Israel itu dianggap keterlaluan. Saat meninjau sekolah-sekolah PBB yang diserang Israel, Ban kembali terdiam. Ban hanya menyatakan, suasana yang ia lihat sangat menyedihkan dan menyakitkan hati. Akibat agresi Israel, lebih dari 1.330 orang tewas dan 5.300 orang terluka.

Seiring dengan denyut kehidupan yang kembali normal, terowongan-terowongan bawah tanah pun ikut dibenahi. Ratusan warga Palestina datang ke daerah perbatasan Gaza dan Mesir untuk memperbaiki terowongan yang dibombardir Israel. Penduduk di perbatasan yang mengelola terowongan itu mengaku, distribusi bahan-bahan kebutuhan, seperti bahan bakar, mulai bergerak melalui puluhan terowongan yang masih ada.

Di selatan kota Rafah, ratusan warga Palestina kembali memperbaiki terowongan mereka. Kegiatan itu dilakukan di bawah tenda. Kalau Israel membuka semua pintu penyeberangan, warga Gaza juga tak akan bisnis terowongan.

Menanggapi hal itu, Israel mengancam akan melancarkan serangan kembali untuk menghancurkan terowongan tersebut. “Jika kami harus menyerang kembali untuk menghentikan penyelundupan, kami akan lakukan. Israel punya hak menghentikan penyelundupan selamanya,” kata Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni kepada stasiun radio Israel.

Mengenai ancaman Israel itu, ungkap Khaled Meshaal, ada hal-hal yang harus menjadi catatan bagi setiap Muslim di manapun mereka berada. Pertama, menjadikan Al-Quds tertanam kuat di dalam hati. “Dengan demikian, hati Anda akan bersatu dengan kami di Hamas yang berjuang di luar maupun di dalam Palestina. Jangan katakan ‘akan’ bergabung, tapi ‘bergabunglah’,” katanya.

Kedua, memberikan dukungan yang terus-menerus kepada perjuangan Palestina. Dukungan dana saat ini sedang sangat dibutuhkan dari seluruh kaum Muslimin.

“Kami berjihad dengan diri kami, dengan jiwa kami. Umat Islam yang lain berjihad dengan harta mereka. Bantuan materi ini bukan sekedar membantu Muslimin Palestina, tetapi juga untuk melindungi Al-Aqsha dari kemungkaran.”

Ketiga, dukungan kepada Palestina harus dilanjutkan dengan pengertian yang terus bertambah mengenai masalah-masalah Palestina.

Ada dua kepentingan dari hal terakhir ini. Pertama, dukungan ini akan menjadi bukti bagi bangsa Palestina bahwa meskipun diisolasi oleh Israel dari dunia luar, mereka tidak berjuang sendirian. Kepentingan berikutnya adalah untuk mengatakan kepada Zionis dan Amerika, “Bahwa kita yang di luar akan terus membantu karena ummat Islam adalah tubuh yang satu,” kata Meshaal. [I4]