REKENING KNRP KEPRI

Rekening KNRP KEPRI:


1. BSM Cab. Mukakuning Batam (Kode Bank : 451) a.n KNRP KEPRI No. Rek. 7017234204

Rabu, 31 Desember 2008

DI ALQUDS , BATU-BATU TELAH BERBICARA

DI ALQUDS , BATU-BATU TELAH BERBICARA


Khalid Abul Umarain

Ditulis ulang oleh H.Ahmad Saikhudin dari Buku “Silsilah Idarah Dzati/Seni Menghadapi Publik”- DR Akrim Ridla Penerbit Syamil Hal.37-43

Silakan download di :

http://knrp-kepri.blogspot.com atau http://ahmadsaichudin.blogspot.com

(1)

Melintaslah diatas sahara hatiku untuk menumbuhkan harapan

Semoga buni menjadi hijau dan menyala di bawah langkah-langkah kalian

Serta rasa takut pun pergi menghilang

Melintaslah, dan yang paling kecil di antara kalian adalah pahlawan

Melintaslah dengan langkah-langkah yang memancarkan mata air kehidupan

Hingg kita sampai pada kesempurnaan kematian

Kini Alquds hanya di jaga oleh anak kecil

Padahal Alquds adalah bumi para nabi

Alquds adalah impian para penyair

Dan Alquds adalah roti dan rembulan

Di Alquds batu-batu telah berujar

Tidak perlu seminar dan muktamar.. Tidak perlu seminar dan muktamar

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

(2)

Pukullah karena hati-hati ini telah membatu serta tidak akan mempan kecuali hanya dengan batu

Pukullah, karena dari kedua telapak tanganmu akan deras memancar air hujan

Di ”Khan Yunus” dan di ”Bilathah” serta di lembah dan perkotaan, Telah berlalu masa ketakutan...

Yang telah membuahkan kobaran semangat dan kesadaran

Di masjid-masjid kami, di kalangan pemuda-pemuda ”Alanfal”, ”AsSyura” dan ”Luqman” serta penghafal ”AzZumar”

Dari Ahmad Yasin bertolak berbagai instruksi dan pelajaran

Di Masjid AlAqsha dan AlUmari batu-batu telah berbicara :

”Amat buruklah wajah-wajah Yahudi Bani Nadzir...mereka telah berdesak-desakan menuju liang kebinasaan

Amat buruklah wajah-wajah kaum oportunis..dan para penyembah manusia

Pukullah...karena hanya untuk Gaza bulan menjadi purnama

Pukullah... karena hanya untuk Nablus semua nyanyian dan keindahan

Pukullah..karena setelah hari ini tidak akan ada lagi ketundukan

Tidak..tidak akan ada seminar dan muktamar

Inilah jalan Alquds yang melintasi tulang belulangku

Akulah darah yang mengalir deras bagai anak sungai

Kilat-kilatpun redup saat menatap jidatku yang cemerlang

Akulah orang yang tulang-tulang iganya patah..sehingga tampak putih menembus kulit bangsa Arab

Akulah orang yang desanya hancur..dan menyemburkan api yang berkobar

Akulah orang yang di cintai oleh bebatuan

Saudara-saudaraku melemparkan aku dalam sumur tanpa sedikitpun meninggalkan jejak

Wahai orang-orang yang murtad, para calo dan penipu, tempat kembali kalian adalah neraka Saqar

Di Alquds batu-batu telah berujar

Tidak perlu seminar dan muktamar.. Tidak perlu seminar dan muktamar

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

(3)

Komandan yang kerdil, Dajjal dan penabuh gendang

Intel, pendusta dan calo

Dalam kegalapan langit, mereka telah membicarakan pasal-pasal pembantaian sadis dengan penuh kerahasiaan

Mereka telah menyerang mata-mata buah Zaitunku.....untuk memetik bunga-bunga syuhada’

Mereka datang bagai Abrahah dengan wajah hitam yang menampakkan kebodohan

Zaman ini telah di tentukan, kalian tidak akan pernah lagi bisa mencuri panji-panji ini dariku

Di tangan kananku panji-panji sahabat akan tetap berkibar

Demi Alquds hidangan para syuhada’

Alquds bumi para anbiya’

Alquds impian para syuhada’

Alquds roti dan rembulan

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

(4)

Kalian tidak akan bisa lagi mencuri darah kami dan impian yang sedang merekah

Anak-anak kami telah tumbuh besar, dan lantang teriakan mereka bagai suara gempa

”Allahu Akbar” sedang merambah relung-relung nurani bangsa dan mendorong mereka berperang

”Allahu Akbar” semua thaghut dan Fir’aun terjungkal tumbang

”Allahu Akbar” telah di teriakkan oleh anak-anak yatim, orang-orang lapar dan ibu-ibu yang kehilangan anaknya

Islam telah memenuhi hati kam, sehingga kami bisa kembali menjadi singa-singa pertama

Inilah janggut-janggut kami, mushaf-mushaf kami, dan kebaikan akhlak kami

Mereka telah membelenggu kami dengan borgol rantai

Mereka telah menjadi mata-mata musuhdi setiap perbatasan dan pesisir

Dari telapak tanganku tertulis sejarah yang bertaburan pelita

Karena batu-batuk telah merobek dan menyingkap aurat bangsa-bangsa

Karena batu-batuku telah merobek papan-papan catur..dan mengabaikan rantai-rantai borgol

Karena mereka telah menghancurkan tulang-tulang kami dan merusak semua persendian kami

Aku akan mengembalikan kejayaan Babilon

Dan Alquds bumi para nabi

Dan AlQuds impian para penyair

Dan Alquds adalah roti dan rembulan

Di Alquds batu-batu telah berujar

Tidak perlu seminar dan muktamar.. Tidak perlu seminar dan muktamar

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

(5)

Telah berguguran panji-panji Fir’aun kecil

Corenglah wajah para pencoleng dengan silang dari kanan dan kiri

Dari janggut para syuhada’ memencar cahaya siang bagi umatku

Untuk para syaih dibumi yang damai ini

Dan Alquds sumber kemuliaan dan kebanggaan

Alquds bumi para nabi

AlQuds impian para penyair

Alquds adalah roti dan rembulan

Di Alquds batu-batu telah berujar

Tidak perlu seminar dan muktamar.. Tidak perlu seminar dan muktamar

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

(6)

Mereka telah tertunduk hingga tidak ada kafilah yang mau berjihad

Janganlah kalian menelan makanan meski dari emas

Dan Batu-batu neraka Sijjil yang menjadi lambang kemurkaan

Apakah setiap kali bercahaya sebuah bintang di ufuk langitku

Pasukan-pasukan Abu Lahab selalu datang untuk memadamkannya

Untukmu wahai kekasih hati, jiwa dan perasaanku

Denganmu Allah yang Maha Agung telah menghantam Bani Quraidhah dan Bangsa Arab

Engkau telah meninggikan panji-panji jihad tanpa pernah mengenal lelah

Alquds adalah api yang berkobar

Dan Alquds bumi para nabi

Dan AlQuds impian para penyair

Dan Alquds adalah roti dan rembulan

Di Alquds batu-batu telah berujar

Tidak perlu seminar dan muktamar.. Tidak perlu seminar dan muktamar

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

(7)

Matahari berjalan di sela-sela jemari anak-anak yang menarik ketapel..memberi kita kemerdekaan

Di Jidat barak-barak kemuliaan kami menorehkan kemenangan Qadisiyah

Di saat rumahku hancur, aku melihat sebuah pesan di bawah puing-puing dinding

Ini adalah bencana yang paling mahal

Di dadaku masih tersisa puing-puing ukhuwwah

Dimanakah rudal-rudal? Dimanakah granat-granat bangsa Arab? Dimanakah kedermawanan dan kemurahan? Dimanakah jiwa-jiwa Bani Hasyim?

Dimanakah meriam-meriam? Dimanakah armada dan pasukan Bani Ummayah?

Dimanakah sungai Eufrat? Dimanakah sungai Nil kalian, wahai para pelndung kami yang gagah perkasa?

Bahkan di manakah Harun AlRasyid, Muhammad AlFatih yang akan mengembalikan kemuliaan padaku?

Aku tidak menginginkan kendaraan, aku menginginkan senapan

Wahai umat islam, aku menginginkan senapan

Dan Alquds, sungguh sangat memalukan kini telah menjadi santapan

Alquds bumi para nabi

AlQuds impian para penyair

Alquds adalah roti dan rembulan

Di Alquds batu-batu telah berujar

Tidak perlu seminar dan muktamar.. Tidak perlu seminar dan muktamar

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

(8)

Wahai para pemimpin, beri aku senjata

Wahai para pemimpin, pertolongan Allah telah tiba

Wahai para pemimpin, kalian telah lemah karena luka-luka

Wahai para pemimpin, beri aku Shalahuddin

Shalahuddin telah di tikam dari belakang

Shalahuddin terus menerus dalam penawanan

Shalahuddin telah mereka jual untuk muktamar

Alquds bagai samudra

Yang datang bersama fajar

Alquds bumi para nabi

AlQuds impian para penyair

Alquds adalah roti dan rembulan

Di Alquds batu-batu telah berujar

Tidak perlu seminar dan muktamar.. Tidak perlu seminar dan muktamar

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

(9)

Apakah kalian bangsa Arab? Yang meminta perlindungan kepada bencana..Dan selalu kalah dalam peperangan

Tujuh puluh tahun semuanya itu adalah kebohongan

Penjara dan pembantaian serta sama sekali bukan peperangan

Mereka telah membantai kaum wanita sedang kalian diam bagai kayu papan

Mereka telah menghancurkan rumah-rumah, sedang pesta ria selalu menghiasi malam hari kalian

Apakah kalian bangsa arab ? Sangkakala telah di tiupkan sehinga kehancuran pun bergerak sedang kalian sedikitpun tidak bergerak

Alquds adalah liang kubur yang kini di landasi kelelahan

Alquds adalah nyanyian yang di dadanya tersimpan kerusakan

Alquds adalah roti dan rembulan

Di Alquds batu-batu telah berujar

”Wahai orang islam, wahai yang menegakkan shalat, wahai yang melaksanakan puasa

Pukullah, tidak ada pilihan bagimu selain melempar

Pukullah bangsa yahudi dan kamu tidak akan pernah terkalahkan

Ini tanganku, jadikanlah bom

Ini anak-anak kami bagai gempa yang dahsyat

Ini langkah awal kami dan ini bismillah

Wahai Alquds engkau adalah adalah pemenggal kepala

Dari awal dunia engkau selalu menjadi pelita bagi kami

Wahai Alquds engkau adalah keagungan

Alquds impian para penyair

Alquds kecintaan para syuhada’

Alquds rembulan bagi dunia

Di Alquds batu-batu telah berujar

Tidak perlu seminar dan muktamar.. Tidak perlu seminar dan muktamar

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR

Aku tidak menginginkan kecuali hanya UMAR