REKENING KNRP KEPRI

Rekening KNRP KEPRI:


1. BSM Cab. Mukakuning Batam (Kode Bank : 451) a.n KNRP KEPRI No. Rek. 7017234204

Jumat, 20 Februari 2009

Hamas-Fatah Sepakat Akhiri Ketegangan

Hamas-Fatah Sepakat Akhiri Ketegangan Print E-mail
Tuesday, 17 February 2009

Image

Hamas-Fatah bersepakat akhiri ketegangan dan menyatukan pemerintahan dan kabinet dalam rentang waktu dua tahun

Pertemuan tingkat tinggi antara dua sayap utama gerakan Palestina, Hamas dan Fatah, yang selesai digelar di Kairo pada Sabtu (14/2) kemarin menghasilkan kesepakatan rekonsiliasi antar kedua belah pihak.

Pertemuan yang disponsori oleh pemerintahan Mesir ini tercatat sebagai pertemuan tingkat-pemimpin pertama antara Hamas dan Fatah semenjak Hamas menguasi jalur Gaza.

Keterangan resmi yang ditandatangani bersama oleh keduanya menjelaskan, jika pertemuan tersebut digelar sebagai usaha keras yang dilakukan untuk kemaslahatan Palestina dan mengakhiri perpecahan. Petemuan ini juga digelar sebagai jawaban atas berbagai seruan yang datang dari negara-negara Muslim yang mendesak kedua belah pihak untuk segera mngakhiri ketegangan dan mengutamakan persatuan.

Presiden Turki Abdullah Gul, misalnya, beberapa waktu lalu mengkritik keras adanya perpecahan dalam tubuh Palestina. Gul secara tegas menyatakan jika Palestina tidak akan bisa menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan penjajah Israel selama mereka sendiri masih silih berselisih.

Harian Palestina yang terbit di London, al-Quds (15/2) mengabarkan, pertemuan yang dihadiri para petinggi Hamas dan Fatah itu menyepakati untuk mengakhiri ketegangan antar kedua belah pihak, membebaskan tahanan politik antar keduanya, serta bekerja sama untuk menyelesaikan problem dalam negeri Palestina dan memprioritaskan kepentingan umat lebih dari kepentingan golongan.

Lebih jauh lagi, kedua belah pihak juga bersepakat untuk menyatukan pemerintahan dan kabinet, sekalipun dalam rentang waktu yang dibatasi, yaitu selama dua tahun.

Dari sayap Hamas, hadir Dr. Mousa Abu Marzuq (wakil kepala biro politik Hamas) dan Dr. Mahmoud az-Zahhar (petinggi Hamas), sementara sayap Fatah diwakili oleh Ahmad Qari' dan Dr. Nabil Sa't.

Setelah Hamas menguasai Gaza pada pertengahan 2007 silam, suhu ketegangan antara Hamas dan Fatah--yang menguasai Tepi Barat--semakin memanas. Puncak dari ketegangan ini adalah meledaknya bentrok fisik dan senjata, pendudukan kantor dan instansi, serta penculikan anggota antara kedua belah pihak.

Rencananya, Hamas dan Fatah akan kembali menggelar pertemuan di Mesir pada 21 Februari mendatang. [atj/qds/www.hidayatullah.com]

Salurkan Bantuan ke Gaza, KNRP Jalin Kerjasama dengan Organisasi Pekerja Medis Mesir

Salurkan Bantuan ke Gaza, KNRP Jalin Kerjasama dengan Organisasi Pekerja Medis Mesir Print E-mail
Monday, 16 February 2009

Image

AL-ARISH

Knrp.or.id—Tim kemanusiaan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) menjalin kerjasama dengan Egyptian Medical Syndicate (EMS/Persatuan Pekerja Medis Mesir) untuk menyalurkan bantuan obat-obatan dan peralatan medis yang dibawa dari Indonesia. Penyerahan bantuan dilakukan Jumat (13/2) petang waktu setempat oleh Wakil Koordinator Tim Kemanusiaan KNRP dr. Agus Koeshartoro kepada perwakilan EMS di Al Arish, daerah perbatasan Mesir dan Gaza.

Agus mengemukakan, kerjasama dengan EMS dilakukan karena hingga Jumat (15/2) belum juga diperoleh kepastian kapan gerbang perbatasan Rafah dibuka. Sementara Tim Kemanusiaan KNRP yang terdiri dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU), Dompet Dhuafa (DD), dan Wahdah Islamiyah sudah lebih dari seminggu menunggu di Al Arish.

Dipilihnya EMS, menurut Agus, karena organisasi pekerja medis Mesir ini merupakan lembaga resmi yang mengurusi kebutuhan orang-orang Palestina yang membutuhkan pertolongan medis di Mesir. "Organisasi ini selama ini menyalurkan bantuan medis maupun nonmedis langsung ke Gaza. EMS juga ikut membantu membiayai orang-orang Palestina yang menjalani perawatan atau pengobatan di Mesir," katanya.

Sebelum menyerahkan bantuan, Tim KNRP telah mengunjungi kantor perwakilan EMS di Al Arish. Tim diterima oleh dua orang pengurus kantor perwakilan Al Arish, Husham dan Ahmad. Kepada tim KNRP, Husham menyatakan, sejak keluar kebijakan menutup pintu Rafah, pihaknya juga mengalami kesulitan untuk masuk ke Gaza. Hal ini menyebabkan gudang-gudang penampungan bantuan yang dimiliki EMS di Sinai Utara penuh dengan bantuan, baik makanan, obat-obatan, maupun peralatan medis, selimut, kasur, dan bantuan lainnya yang belum tersalurkan.

Padahal di seluruh provinsi Sinai Utara, EMS memiliki 40 gudang yang cukup besar. Di Al Arish sendiri, yang merupakan ibu kota Sinai Utara, EMS memiliki 25 gudang.

Kepada Tim KNRP Husham menyatakan, EMS juga telah menempuh berbagai cara untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui Gerbang Rafah. Namun karena hingga kini pintu perbatasan terdekat yang dijaga oleh otoritas Mesir itu belum juga dibuka EMS tidak masuk.

EMS juga berusaha masuk lewat pintu Kareem Abu Shaloom, yang berjarak sekitar empat kilometer dari Rafah. Namun jika melewati pintu yang dijaga super ketat oleh militer Israel itu EMS harus merelaakan 50 persen bantuan yang dibawannya disalurkan melalui UNRWA (United Nations Relief and Work Agency), organisasi PBB yang mengurusi warga Palestina korban perang.

Husham tidak terlalu mempermasalahkan hal itu karena sebagian bantuan, terutama dalam bentuk makanan dan sebagian jenis obat-obatan harus sesegera mungkin disalurkan disebabkan alasan masa penggunaan (expired date) yang singkat.

"Daripada expire semua dan tidak bisa digunakan, lebih baik sebagian disalurkan melalui UNRWA. Toh mereka juga membantu warga Palestina di Gaza," jelas Husham.

Menurut Husham, UNRWA sendiri saat ini mengurusi sekitar 900 ribu warga Palestina yang menjadi korban penyerbuan Israel ke Jalur Gaza. Hal ini juga yang menjadi pertimbangan EMS mau menyalurkan sebagaian bantuan yang dikumpulkannya kepada UNRWA.

Sebelumnya Tim KNRP gelombang kedua bersama tim relawan Indonesia lainnya berhasil masuk ke Gaza dan langsung menyalurkan bantuan kepada warga Gaza. Tim dokter KNRP yang berasal dari BSMI ketika itu juga bisa bekerja membantu di rumah sakit-rumah sakit di Gaza. Tim kedua itu keluar Gaza pada 5 Ferbruari 2009 lalu. Kedatangan tim ketiga KNRP sedianya menggantikan tim kedua untuk menyalurkan bantuan dan membantu tenaga medis di Gaza.

Namun hingga kini tim KNRP belum juga berhasil masuk Gaza. Selain tim KNRP, tim relawan dari berbagai negara di antaranya dari Turki, Malaysia, Jordan, dan Negara-negara lainnya, termasuk relawan dari Mesir sendiri kini menunggu untuk bisa masuk Gaza. (Hartono)

Selasa, 03 Februari 2009

KNRP Kumpulkan Rp282,063,649 untuk Palestina

KNRP Kumpulkan Rp282,063,649 untuk Palestina
http://sijorimandiri.net/fz/index.php?option=com_content&task=view&id=6356&Itemid=26

Selasa, 03 Pebruari 2009
BATAM CENTRE - Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Provinsi Kepri berhasil menggalang dana sebesar Rp282,063,649. Dari total tersebut, Rp260 juta telah dikirimkan ke Jalur Gaza.

"Alhamdulillah, kita sudah mengirimkan dana bantuan ke Gaza sebesar Rp260 juta. Secara total dana yang berhasil terkumpul sampai tanggal 2 Februari ini, sebesar Rp282,063,649," kata Sekretaris KNRP Kepri Ahmad Saikhudin di Batam Centre, Senin (2/1).

Ia mengatakan, danatersebut sebagai bentuk solidaritas masyarakat untuk meringankan beban warga Palestina yang menderita akibat kekejaman tentara zionis Israel. Dalam aksi pengumpulan bantuan tersebut, KNRP mendapat sokongan dari berbagai elemen masyarakat di Kepri.

Menurut Ahmad, dana yang terkumpul berasal dari para donatur yang tersebar di seluruh wilayah Kepri. Sebagian besar dana sumbangan dari masyarakat itu diantarkan langsung ke sekretariat atau ditransfer ke rekening khusus KNRP.

Ketua KNRP Kepri Bakhtiar Lc menyebutkan sumbangan masyarakat Indonesia yang berhasil terkumpul melalui KNRP secara nasional mencapai Rp22 miliar dan Rp14 miliar telah dikirim ke bumi Gaza. "Untuk wilayah Kepri sendiri, selain dalam bentuk tunai rupiah, infaq yang masuk juga berupa 430 dollar Singapura, 12 dollar US, 10 ringgit Malaysia, 1 riyal ditambah 6 cincin, 5 anting dan 1 gelang. Semua itu telah kita salurkan ke KNRP pusat untuk selanjutnya dikirim ke Palestina," ujar Bakhtiar.

Gerakan solidaritas untuk Palestina, lanjut Ahmad diwujudkan KNRP dalam sejumlah program yang pelaksanaannya menggandeng majelis-majelis taklim masjid-masjid di Kepri. KNRP juga menjalin mitra dengan berbagai elemen/organisasi baik pemerintahan maupun masyarakat untuk bersama-sama menjalankan munashoroh (penggalangan dana).

Bagi masyarakat Kepri yang hendak menyumbangkan bantuan, bisa dikirimkan melalui rekening Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab Mukakuning, a.n KNRP Kepri dengan nomor rekening 1580037191. Informasi lebih jauh tentang KNRP, termasuk menyangkut kegiatan, program ataupun laporan keuangan, bisa dilihat di situs; http://knrp-kepri.blogspot.com. (sm/yr)


KNRP Kumpulkan Rp22 M Untuk Sumbang Palestina
http://batampos.co.id/Metropolis/Metropolis/KNRP_Kumpulkan_Rp22_M_Untuk_Sumbang_Palestina_.html

Selasa, 03 Pebruari 2009

BATAM (BP) - Bantuan dana kemanusiaan yang terkumpul lewat Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) telah mencapai Rp22 miliar. Rp14 miliar di antaranya telah disalurkan langsung ke Palestina.


Sementara itu, KNRP Kepri sudah menyalurkan dana infaq Pelestina ke KNRP pusat sebesar Rp260 juta dari total yang terkumpul Rp262.063.649.


Ketua KNRP Kepri, Bachtiar mengatakan, penggalangan dana yang dilakukan di Kepulauan Riau dilakukan dengan cara bekerjasama dengan Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) dan Sharia Consulting Center (SCC) Kota Batam menerima panggilan dalam sebagai narasumber dalam Majelis Ta’lim.


”Berbagai acara yang kita gelar untuk menggalang dana (Munashoroh) lewat pemutaran slide atau film, Palestina, konsultasi agama, khutbah, Jumat, tabligh akbar dan lainnya,” kata Bachtiar di Batam Centre, Senin (2/1).


Ditambahkannya, sebagian infaq Palestina di Kepri masih ada yang berbentuk barang, seperti 6 cincin, 5 anting, 1 gelang. ”Barang-barang tersebut nantinya akan dilelang dan dananya dikirim langsung ke KNRP pusat untuk selanjutnya ke Palestina,” tambahnya.


Lebih lanjut Bachtiar mengucapkan terima kasih kepada donatur-donatur yang telah rela memberikan sumbangan untuk membantu saudara-saudara yang ada di Palestina.
Pegawai Pemko Rp17 Juta


Tim Solidaritas Masyarakat Palestina Pemko Batam menyerahkan uang sumbangan dari pegawai Pemko sebesar Rp17,737 juta untuk membantu meringankan korban perang di Palestina. Uang tersebut diserahkan lewat Bank Mualamat.


“ Uang itu sudah saya transfer tadi pagi. Diterima langsung Pak Agus Nurgroho Santoso, Kepala Cabang Bank Muammalat Batam,” kata Muhammad Aris, sekretaris tim, Senin (2/2). (cr4/med)


KNRP Kepri Kumpulkan Rp 282 Juta PDF Print E-mail
Written by anto
Selasa, 03 Pebruari 2009

http://tribunbatam.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=23459&Itemid=1108

Bantuan untuk Rakyat Palestina

KNRP Kepri Kumpulkan Rp 282 Juta BATAM, TRIBUN - Bantuan terhadap rakyat Palestina terus bertambah. Tak hanya secara nasional, untuk tingkat Batam sendiri bantuan yang terkumpul juga besar.

Sebanyak Rp 282,063,649,- ditambah enam cincin, lima anting dan satu gelang berhasil dikumpulkan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Provinsi Kepri untuk dana bantuan kemanusian perang rakyat Palestina hingga 1 Februari 2009 ini.

“Terimakasih kami ucapkan kepada para donatur yang telah menyumbang sebagian hartanya untuk bantuan kemanusia bagi rakyat Palestina yang sedang dilanda perang,” tutur Ahmad Saikhudin, Sekretaris KNRP Provinsi Kepri kepada wartawan, Senin (2/2) siang.

Sebesar Rp 263 Juta dari total sekitar Rp 282 Juta tersebut sudah diserahkan KNRP Provinsi Kepri ke KNRP Pusat untuk selanjutnya disalurkan ke rakyat Palestina.

“Sekitar Rp 14 miliar dari total Rp 22 miliar dari dana yang terkumpul KNRP se-Indonesia sudah diserahkan KNRP Pusat ke rakyat Palestina, mudah-mudahan kita bisa terus menyalurkan bantuan kepada rakyat Palestina,” harap Ahmad Saikhudin.

Bagi anda yang ingin menyumbangkan sebagian hartanya untuk meringankan beban rakyat Palestina, kata Bakhtiar, Ketua KNRP Provinsi Kepri bisa disalurkan ke Bank Syariah Mandiri cabang Mukakuning atas nama KNRP Kepri di nomor rekening 1580037191.

Selain penggalangan dana bantuan kemanusian, KNRP Kepri juga aktif menggelar pengajian dengan menayangkan film-film tentang Palestina kepada anggota Majelis Taklim yang mengundang mereka.

“Ada banyak agenda yang kita lakukan terutama untuk menggalang dana bagi rakyat Palestian diantaranya kerjasama dengan Majelis Taklim se Batam, pemutaran film-film Palestina serta pembuatan Buletin,” kata Bakhtiar menjelaskan.

Bagi para donatur yang ingin melihat laporan rekapitulasi keuangan dana bantuannya lebih lengkap, KNRP sudah menyediakan blog di http://knrp-kepri.blogspot.com.

“Di blog tersebut donatur bisa melihat berapa kas keuangan KNRP Provinsi Kepri dan sudah berapa banyak yang disalurkan ke rakyat Palestina,” ujar Bakhtiar mengakhiri. (yah)

Senin, 02 Februari 2009

KNRP Kepri bertemu dengan Wartawan

Bertempat di Batam Centre, KNRP Kepri yang di wakili oleh H.Bakhtiar ,Lc ketua KNRP Kepri dan H.Ahmad Syaikhuddin-Sekretaris dan Bendahara KNRP Kepri melakukan pertemuan dengan beberapa wartawan media cetak dan elektronik utk melaporkan perkembangan terkini tentang aktifitas KNRP Kepri dan perolehan infaq untuk Palestina. Ada beberapa wartawan yang hadir seperti dari Harian BatamPos, Harian Tribun Batam, Harian Sijori Mandiri, Harian PosMetro Batam dan Batam TV. KNRP mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada wartawan/i yang telah meliput berita selama ini tentang aktifitas KNRP termasuk Aksi solidaritas Palestina 2 Januari 2009 yang lalu di depan masjid raya. Tak lupa kepada para Bapak/Ibu Donatur setia KNRP yang tidak bisa di sebutkan satu persatu, Tokoh Masyarakat, Majelis Taklim Instansi/Perusahaan dan Ibu-ibu perumahan, Organisasi kemahasiswaan dan Sekolah-sekolah se-Kepri dan semua yang telahmemberikan dukungan moril dan materil kepada KNRP dan Palestina.

KNRP akan terus melakukan Munashoroh/penggalangan dana dan opini sampai Allah SWT memberikan kemerdekaan kepada Palestina karena dulu tahun 1944 Indonesia juga pernah mendapatkan bantuan serupa dari Palestina.