REKENING KNRP KEPRI

Rekening KNRP KEPRI:


1. BSM Cab. Mukakuning Batam (Kode Bank : 451) a.n KNRP KEPRI No. Rek. 7017234204

Rabu, 28 Januari 2009

Ceramah, Ustadz Shami Abu Zuhri

Ceramah, Ustadz Shami Abu Zuhri, Jubir Resmi Hamas dan

Penasihat PM Palestina Ismail Haniya di Indonesia



Saudara saudaraku sekalian
Apa yang terjadi di Ghaza, target yang disebutkan adalah untuk menghabisi Hamas dan Perlawanan bersenjata. Perang ini Israel menggunakan segala mesin perangnya untuk mengalahkan Hamas. Mereka awalnya melakukan blockade satu setengah tahun atas Gaza.
Dan setelah satu setengah tahun itu, Israel mengira akan bisa melumpuhkan Hamas. Tapi hasilnya kebalikan dari prediksi Israel. Ketika blockade gagal, mereka mencari cara untuk perang untuk mengalahkan Hamas. Mereka mengunakan pesawat perang, sekitar 60 jet tempur Israel yang selayaknya tidak digunakan kecuali dalam perang besar antara satu Negara dengan Negara besar. Tapi Israel mengunakan mesin perang itu untuk membunuh orang sipil, anak anak dan perempuan. Mereka mengira menggunakan pesawat itu bisa memaksa Hamas dan penduduk Gaza tunduk, tapi ternyata Hamas tidak menyerah dan tetap menolak keinginan Israel.

Setelah itu mereka melakukan serangan darat dengan terus melakukan bombardir udara, mereka menghancurkan masjid, rumah sakit, ambulan, tempat tinggal warga sipil , dan menghancurkan semuanya . Ada keluarga yang dikumpulkan di satu rumah lalu rumah itu dibombardir seluruhnya. Mereka berjumlah 30 orang meninggal seluruhnya dalam satu rumah.

Mereka juga menggunakan senjata yang terlarang internasional, bom fosfor . Kami menghadapi semua hal itu. Kami sebagian mendapatkan jenazah yang tak tersisa kecuali tulangnya saja. Mereka menganggap bahwa dengan demikian Gaza akan menyerah. Israel menganggap akan tunduk. Tapi yang terjadi kebalikan dari itu. Meskipun banyak yang terbunuh, dibom, diblokade, Gaza tetap teguh dan rasa sakit itu tak menyebabkan mereka menyerah. Dalm setiap perang orang-orang sipil lari dari medan perang, tapi tidak demikian di Gaza.
Warga Gaza justru datang dan ada di medan perang, bertahan. Sementara para pejuang terus berperang, dan warga Gaza mereka tidak lari dari medan perang, mereka menolak untuk pergi dari rumah mereka. Sehingga ada tank yang memaksa mereka untuk keluar dari rumah.

Perlawanan terus melakukan pembalasan dengan roket. Dan roket-roket ini telah diluncurkan semakin jauh jarak tempuhnya lebih dari 50 km. Israel mengatakan ingin untuk menghentikan roket Hamas. Tapi ternyata roket Hamas justru memiliki kekuatan yang lebih jauh dan memukul daerah Israel. Israel tak mampu menghalangi roket tapi sebaliknya lebih membuat kekuatan bagi roket Hamas.

Gaza digempur dengan bom, dan diblokade, warga kelaparan dan mengalami kesakitan akibat bombardir, tapi itu semua tak melemahkan Gaza. Israel mengakui kehebatan perlawanan pejuang Palestina. Mereka me ngakui gagal masuk ke Gaza. Dan tidak mampu masuk kecuali daerah perkebunan. Pejuang Hamas berperang tidak dengan

senjata tapi dengan senjata mati syahid. Mereka para pemuda yang cinta mati di jalan Allah. Karena itu, mereka layak mendapat kemenangan. Israel mempunyai pasukan yang pengecut. Dalam peperangan terbuka, mereka mengakui kehebatan pejuang Palestina. Dan akhirnya mundur dari Gaza tanpa syarat. Perang Gaza mempunyai tujuan, pertama menghentikan roket dan menghabisi Hamas. Apa yang terjadi, dua target itu tidak tercapai. Sedangkan Hamas menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Saya katakan kepada mereka, bahwa perang atas Gaza sudad gagal total
dan Hamas menang!

Bukan hanya pejuang yang cinta mati syahid, tapi semua warga di Gaza mencintai mati syahid. Kita bukan tidak menghargai hidup, Tapi ketika kita harus berhadapan dengan musuh, kita siap menghadapi musuh untuk mati syahid. Anak-anak Palestina, para pemuda, para perempuan Palestina, sejak hari pertama perang, telah gugur salah satu
warga dan ketika ditanyakan ia menjawab, Alhamdulillah, sekarang saya mempunyai saudara di akhirat.
Orang mencintai mati syahid. Karena itu, kemenangan layak atas Gaza. Gaza layak untuk teguh. Kalian melihat gambar, lihat bagaimana korban akibat perang. Apa yang terjadi di Gaza sangat mengerikan dari perang yang terjadi di tempat manapun, tapi Gaza tetap tidak menyerah.

Israel menganggap Gaza seperti sebuah Negara besar.
Padahal luasnya hanya 315 km . 2Seperti salah satu kampung di Jakarta. Meski demikian, dunia tidak bisa tenang melihat Gaza. Gaza menjadi tema di seluruh media massa, pembicaraan para politisi, meskipun
Gaza mengalami kerugian, dan penderitaan. Tapi karena Gaza tetap teguh, karena Gaza beriman, karena Gaza negeri perlawanan, karena Gaza dalah Hamas maka mereka mendapat penghargaan seperti itu. Perang atas Gaza adalah karena Gaza adalah negeri perlawanan.
Gaza juga negeri di mana penduduknya beriman. Gaza 5000 orang hafiz
Quran , Jumlah ini melebihi jumlah orang yang hafal Quran di Negara-Negara Islam. Karena itulah kami bangga dengan Gaza. Gaza menjadi model umat. Mereka tidak menginginkan adanya negeri seperti Gaza. Mereka ingin negeri ini setidaknya kompromi dengan AS. Tapi di Gaza tumbuh gerakan Islam mujahid. Dunia menyaksikan
bagaimana pejuang Hamas dan sangat terkejut. Warga Gaza selalu shalat di masjid,dan dekat dengan masjid. Mereka menerapkan ajaran Islam di setiap sendi kehidupan..Inilah yang membuat gelisah musuh musuh Islam.

PM Palestina Ismail Hania , menjadi imam shalat di masjid-masjid. Dihari Jum'at , di bulan Ramadhan, di hari Idul Fitri. Ini adalah fenomena yang tidakdisukai oleh musuh ummat.
Karena musuh umat biasanya hanya melihat umat shalat Jum'at ataushalat Idul Fitri. Yang terjadi di Gaza tidak terjadi di tempat lain. Dan inilahyang juga tidak diinginkan musuh umat. Karena itu, wajar bila mereka melakukan perang. Perang yang dilakukan adalah perang untuk menghabisi seluruh Gaza. Tapi hasilnya justru mereka yang mundur, dan Gaza tetap teguh seperti sedia kala.Mereka ingin Gaza menyerah mengibarkan bendera putih, tapi Hamas tidak menyerah dan takkan menyerah dan takkan mengibarkan bendera putih Insya Allah.

Hamas adalah gerakan perlawanan dan selamanya akan seperti itu. Meski ada yang terbunuh dari kami, perlawanan akan terus berlanjut karena Palestina adalah Negara terjajah, Gaza hanya awal kemenangan, dan bukan terakhir. Kemenangan Gaza akan terus dipelihara dan dilakukan perlawanan sampai Palestina merdeka. Masjidil Aqsha, kiblat pertama kaum muslimin, sekarang masih dijajah. Perlawanan Hamasharus terus dilakukan sampai Masjidil Aqsha bebas dari Israel . Mereka mengatakan ingin Hamas tidak memiliki senjata. Kami katakan, kami akan tetap mendapatkansenjata, dari bawah tanah dan dari bawahnya lagi. Takkan ada yang bias menghalangi senjata dari kami.
Lakukan apa yang kalian mau, tapi perlawananan akan terus ada, Hamasakan tetap hidup dan perlawanan akan tetap berlanjut.

Saudaraku,
Penjajah sudah pergi dari Gaza.
Akan tetapi saat ini warga Gaza masih menderita dua hal. Pertama, perbatasan yang saat ini sudah akan ditutup kembali. Kedua, rekonstruksi Gaza yang sudah hancur. Di mana ada ratusan ribu warga hidup di jalan jalan karena tak memiliki rumah. Hamas di masa mendatang akan memberikan tempat tinggal untuk
mereka dalam beberapa bulan. Dan Gaza harus tetap dibangun kembali.
Mereka telah menghancurkan sekolah taman kanak- kanak, dan ribuan rumah. Sekarang kami akan membangun lebih banyak dari yang dihancurkan.

Ada konspirasi besar terus menerus atas Hamas, atas perlawanan. Israel tak mau perlawanan.
Mereka ingin kami mengakui Israel, mengikuti keinginannya.Tapi Hamas katakan, takkan ada pengakuan yang kalian inginkan. Hamas takkan mengakui Israel dan takkan mundur dari memperjuangkan bangsa Palestina.

Apa yang kami sampaikan bukan hanya kata-kata tapi kenyataan sebenarnya.Israel telah membunuh pimpinan Hamas. Dalam perang ini gugur dua orang pemimpin Hamas, Nizar Rahyan dan Said Siyam . Karena itu, Hamas ada di garis depan .Kami tidak menjadikan rakyat menjadi korban di depan dan kami sembunyi,. Hamas telah memberikan Syaikh Ahmad Yasin, DR. Rantisi. Mereka mengatakan darah Ahmad Yasin sama harganya dengan darah anak-anak Palestina. Dan akhirnya Syaikh Yasin bertemu Allah sebagai syahid.

Ikhwan sekalian, Gaza adalah permulaan. Dan akan ada peperangan-peperangan lain. Kami tahu ada perbedaan antara satu peperangan dengan peperangan yang lain. Tapi kami tegaskan rakyat kami akan tetap teguh. Kami akan terus menghadapipenjajah Israel.
Negara-negara Arab bagian dari yang menghimpit perlawanan dan tak ingin Hamas. Mereka memberi kesempatan pada Isrel untuk membunuh rakyat Palestina. Kalian mendengarkan juga bagaimana pernyataan Mahmud Abbas yang mengatakan bahwa Hamas membunuh warga sipil. Dia juga menyebut keberanian Hamas dengan penghinaan. Ini belum pernah terjadi sebelumnya, ada seorang presidenyang menghina perlawanan.

Mahmud Abbas pada akhirnya akan menerima bahwa perlawanan akan terus berlanjut. Sekarang, Hamas di Kairo terus melakukan komunikasi dengan pihak Mesir untuk berusaha membuka perbatasan dan mencabut blockade.
Kalian hendaknya terus melanjutkan aksi aksi dukungan kalian, solidaritas untuk Gaza. Karena selama belum dibuka perbatasan, selama tidak dicabut blockade, berarti perang atas Gaza masih berlanjut. Karenanya suara Indonesia harus terus lantang menentang Israel menentang blockade atas Gaza. Kami, akan terus melanjutkan peperangan sebagai peran kami. Gaza seluruhnya akan menjadi Negara mujahidin. Dan tidak ada nada yang bisa mengalahkan Gaza bagaimanapun. Mereka mungkin membunuh nyawa, tapi tak mungkin membunuh semangat, membunuh cinta pada Palestina,membunuh cinta pada Islam dan membunuh cinta pada Al Aqsha. Karena itulah mereka tetap teguh berjuang.

Apa yang terjadi di Gaza, bukan antara pemerintah dan rakyat. Tapi rakyat saja. Pemerintah ada di jalan jalan, tak ada beda antara menteri, dan warga biasa. Ismail Haniya PM Palestina , sebelum menjadi pemimpin hidup di kamp pengungsi. Sekarang setalah menjadi PM ia baru hidup di rumah. Dan ia tak berbeda dengan warga lain. Tidak ada kompetisi, persaingan, perubahan gaya hidup, kecuali ia sama seperti dulu. Karena itu, Hamas tidak menganggp dirinya pemerintah. Tapi kami menganggap pelayan bagi penduduk Gaza. Karena itu, inilah yang disampaikan dalam jawaban, kenapa masyarakat cinta pada Hamas? Kenapa warga berhimpun dengan Hamas? Ini bukan
sekedar kata-kata tapi telah kami buktikan dalam kehidupan kami.

Ketika gerakan ini melakukan upaya untuk menghimpun dana untuk rakyat Palestina, ketika Hamas menginginkan barisan yang kuat untuk membela rakyat Palestina, inilah yang menyebabkan warga mencintai Hamas.

Perang Gaza menegaskan bahwa Hamas tetap teguh dan akan terus melanjutkan perang untuk mencabut blockade. Gaza adalah kelahiran baru bagi umat ini. Sebelumnya, Gaza tidak diketahui oleh banyak orang di dunia, apa yang dilakukan Hamas. Sekarang, semua orang tahu Gaza dan mendukung Hamas. Mereka ingin Hamas terbunuh di
Gaza, tapi Alhamdulillah, sekarang Hamas di Indonesia dan di seluruh Negara didunia . Karena itu, Hamas telah sebelumnya terpenjara di Gaza, sekarang mereka ada di hati setiap orang. Bahkan juga di Eropa, banyak orang Eropa dan bahkan juga di AS, yang kini mendukung Hamas. Israel telah gagal. Sebelum perang, ada orang yang tertipu dengan Isrel. Tapi perang ini, telah membuktikan kegagalan moral pasukan Israel. Image Israel sangat buruk, pelaku kejahatan perang, tak mempunyai itikad perdamaian. Ini artinya, perang atas Gaza telah gagal dari keinginan Israel. Sekarang, kami katakan,telah ada kenyataan baru. Tak hanya di Gaza tapi di sluruh dunia. Manusia memberikan dukungan kepada perlawanan dan Gaza. Mereka tersebar di seluruh dunia. Para pemuda,ingin pergi ke Gaza untuk berperang. Ini adalah semangat baru, ruh baru, yang tidak ada sebelum adanya perang Gaza. Karena itu, kami akan menguatkan perlawanan untuk kemerdekaan Palestina, memelihara kemuliaan umat Islam.

Perang Gaza, kami katakan peperangan kemenangan. Karena meski kami hancur, tapi umat tidak hancur. Setiap tempat menganggap Gaza sebagai tempat kebangkitan. Dan Alhamdulillah Gaza menang, dan ini kemenangan semua umat Islam. Karenanya, masa depan Gaza tidak dalam kondisi berbahaya. Justru Israel yang berbahaya setelah peperangan ini.

Saudaraku, Masalah Palestina harus terus didukung. Dan menjelaskan masalah ini ke seluruh masyarakat. Agar masalah Palestina menjadi masalah prioritas yang harus diselesaikan. Jika Gaza telah mengorbankan darah, kalian juga telah mengorbankan dukungan dan aksi solidaritas untuk kami

Penutup, kami katakana bahwa Hamas dalam kondisi baik baik. Dan kami sudah semakin
mendekati kemenangan. Jumlah syuhada yang gugur lebih sedikit dari jumlah Israel yang terbunuh. Kami, yakin sebelum dan sesudah perang bahwa kami akan terus melakukan perlawanan dan menghadapi semua ancaman Israel

Jika Israel didukung AS dan Barat,. Maka Kalian lebih utama mendukung Hamas dan Palestina. Masalahnya sekarang, kalian bersama kami. Sedangkan Israel didukung Barat, untuk menjajah wilayah suci di Palestina. Muslim wajib mendukung perlawanan dan Hamas menghadapi Israel . Ada dua kubu di dunia, kubu mendukung Hamas dan kubu mendukung AS dan Israel. Hamas di Gaza, di negeri yang kecil, tapi Hamas telah menjadi sebuah Negara yang pengaruhnya begitu luas. Gaza yang kecil menjadi besar dalam pengaruhnya. Warga Gaza memang menderita tapi mereka merasa mulia dan bangga karena mereka telah berhasil mengusir Israel. Karena mereka bisa mentantang AS yang mengaku sebagai pemimpin dunia. Hamas mengatakan tidak! Hamas takkan tunduk dan takkan hilang semangat.

Saya tutup, dengan ucapan bahwa kami akan terus melakukan perlawanan, kami akan terus melakukan pembuatan senjata, kami terus akan melakukan latihan untuk para mujahidin, dan kami akan terus melakukan perang sampai Palestina merdeka. Kalian, warga Indonesia, kami tahu kalian ingin pergi ke Gaza. Tapi kondisi tak
memungkinkan. Tapi kelak akan datang waktunya. Dan akan semua orang Islam bisa bebas datang ke Palestina sama-sama berperang melawan Israel.

Kami mengharap dukungan mental, informasi, inilah yang paling penting dilakukan saat
ini. Kami ingin juga bertemu kalian takkan hanya bertmu kalian hanya di sini, tapi juga di masjidil Aqsha.

Selasa, 27 Januari 2009

Labbaika Filashtin (Kami memenuhi panggilanmu wahai Palestina)

Dr. Mahdi 'Akif, Mursyid 'Aam Ikhwanul Muslimin

Labbaika Filashtin (Kami memenuhi panggilanmu wahai Palestina)
Minggu, 25/01/2009 11:14 WIB Cetak | Kirim | RSS

Sungguh ruh maknawi yang agung ini serta iman yang kokoh di dalam dada adalah faktor utama dari setiap kemenangan. Sampai sekarang tentara-tentara militer tetap mengutamakan ruhiyah dan psikologi prajurit sebagai faktor utama kekuatan pasukan.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah Saw, serta kepada para sahabat dan pengikutnya.
Allah Swt berfirman, "Sesungguhnya Allah akan membela orang-orang yang beriman, sesungguhnya Dia tidak menyukai para pengkhianat dan orang-orang kafir. Diizinkan bagi mereka yang dizalimi untuk berperang, dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa untuk menolong mereka. Mereka yang diusir dari negeri mereka dengan jalan yang tidak benar, hanya karena mereka berkata, 'Tuhan kami adalah Allah'." (Al-Hajj: 38-40)
Ayat yang mulia di atas menerangkan kepada kita bahwa Allah akan melindungi hamba-Nya yang beriman dari kejahatan kaum kafir, dengan cara mengizinkan mereka untuk berperang, dan Allah-lah yang akan memenangkan mereka, sebab Dia Maha Kuasa untuk menolong hamba-Nya. Hal itu karena mereka adalah orang-orang yang berada di atas kebenaran yang nyata, dan mereka telah dizalimi dengan diusir dari negeri mereka sendiri dengan cara yang tidak benar. Perang diwajibkan atas mereka, bukan sengaja mencari jalan untuk berperang, mereka tidak punya dosa selain karena menolak untuk menjadi hamba selain bagi Allah Rabb semesta alam.
Ayat di atas telah meletakkan sebuah asas hukum Ilahi yang tak kan pernah berubah. Yaitu bahwa kebenaran yang dizalimi pasti akan menang dan kebatilan yang zalim pasti akan kalah. "Dan katakanlah bahwa telah datang kebenaran dan lenyaplah kebatilan, sungguh kebatilan pasti akan lenyap." (Al-Isra: 81).
Tidak ada tujuan—setelah Allah—dalam melenyapkan bencana yang menimpa umat ini, selain dengan berjihad dan melakukan segala bentuk perlawanan, walaupun kekuatan yang dimiliki tidak mencukupi, selama ada firman Allah… "Orang-orang yang yakin pertemuan dengan Allah berkata, 'Betapa banyak kelompok kecil yang menang melawan kelompok besar dengan izin Allah. Dan sungguh Allah bersama orang-orang yang bersabar'." (Al-Baqarah: 249)
Pernyataan dalam ayat di atas telah terjadi pada kaum muslimin di perang Badar melawan kaum kafir, juga dalam Hiththin melawan pasukan Salib, perang Ain Jalut melawan pasukan Tatar, dan belum lama ini dalam perang Tamuz tahun 2006 M di selatan Lebanon. Dalam perang-perang tersebut hancur-leburlah kebatilan yang lengkap dengan persenjataan mereka melawan kebenaran yang ditolong dengan bantuan dari langit.
Dengan jihad seperti ini, kebenaran akan menjadi tinggi, ummat tidak akan menjadi hina, dan musuh tidak akan berani merendahkannya. Dengan jihad, menyatulah kemuliaan dunia dan nikmat akhirat dengan izin Allah. Inilah kabar gembira bagi kita di masa-masa ini. Kita melihat kabar gembira tentang kemenangan para pejuang di Gaza. Mereka yang bertahan dalam memperjuangkan hak-hak mereka, tanah air mereka, agama mereka, proyek jihad mereka yang menolak segala kehinaan dan kerendahan. Padahal mereka dibantai, tapi mereka tidak mau berupaya untuk membalas bantaian dengan bantaian.
Ruh Maknawi yang Agung
Para mujahidin mengetahui bahwa seribu kali kalah dalam perang melawan musuh di medan perang, lebih ringan dari pada satu kali kekalahan dalam perang melawan diri sendiri. Oleh karena itu, mereka memulai langkah mereka dengan perang melawan diri sendiri. Mereka berhasil mendidik generasi kaum Mukminin tentang makna-makna iman, kehormatan, keberanian dan keyakinan akan pertolongan Allah bagi orang-orang yang beriman.
Mereka tidak terpengaruh oleh tudingan-tudingan miring yang mementahkan perjuangan mereka, seruan-seruan untuk menyerah serta sesumbar musuh yang memiliki kekuatan yang dapat mengalahkan mereka. Mereka meyakini bahwa Allah jauh lebih besar dari semua ciptaan-Nya. Dialah sumber kekuatan yang tiada terkalahkan. "Allah selalu menang dalam setiap urusan-Nya, tetapi kebanyakan orang tidak mengetahuinya." (Yusuf: 21)
Mereka telah mengikat janji transaksi kepada Allah, transaksi yang selalu diserukan oleh para hamba pilihan Allah yang memiliki jiwa besar. Allah berfirman, "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman nyawa dan harta benda mereka dengan harga Surga. Mereka berperang di jalan Allah, membunuh dan terbunuh. Sebagai sebuah janji yang benar dari pada-Nya, yang telah tertera di dalam Taurat, Injil dan Al-Quran. Dan barang siapa yang menepati janji (transaksinya) dengan Allah, maka berbahagialah dengan jual beli yang kalian jalani, sungguh hal itu adalah keberuntungan yang besar." (At-Taubah: 111)
Sungguh ruh maknawi yang agung ini serta iman yang kokoh di dalam dada adalah faktor utama dari setiap kemenangan. Sampai sekarang tentara-tentara militer tetap mengutamakan ruhiyah dan psikologi prajurit sebagai faktor utama kekuatan pasukan. Bahkan penilaian terkecil para pakar strategi militer mengakui bahwa ruh maknawi memiliki kekuatan lebih dari 50 % dari kekuatan seluruh pasukan. Di satu sisi, sebagian pakar yang lain berpendapat bahwa dengan pesatnya perkembangan teknologi persenjataan modern, menyebabkan semakin sedikit tentara yang saling berhadapan langsung, sehingga kekuatan maknawi ini tidak kurang dari 3/4 dari kekuatan pasukan.
Jihad yang terjadi di Palestina sekarang, seolah-olah mengatakan bahwa kekuatan ruhiyah tersebut melebihi 90 %. Walaupun demikian para pejuang memahami bahwa hal itu tidak berarti mereka tidak memerlukan perlengkapan yang cukup dan latihan yang baik sesuai dengan kemampuan mereka, sebagai upaya merealisasikan perintah Allah yang berbunyi, "Dan persiapkanlah bagi mereka (musuh-musuh Allah) kekuatan, apa saja yang engkau bisa, dan dari kuda-kuda perang yang ditambat, yang dengannya engkau membuat gentar musuh Allah dan musuh kalian." (At-Anfal: 60). Mereka mengetahui bahwa dengan ruh maknawi yang agung, iman yang kokoh, keyakinan yang sempurna akan pertolongan Allah, dan dengan perlengkapan serta latihan yang baik sesuai kemampuan, mereka akan memperoleh kemenangan.
Telah kita lihat bersama bagaimana kabar gembira tentang kemenangan itu. Walaupun musuh menggunakan pesawat tempur, tank-tank, tentara dengan jumlah besar, sekalipun mereka mengerahkan seluruh kekuatan tempur baik udara, laut dan darat, dan mereka berupaya keras untuk menghancurkan perlawanan mujahidin dengan menembakkan berton-ton bom ke atas kepala penduduk yang tak berdosa, para mujahid tidak pernah gentar menghadapi perlakuan yang keji itu, mereka tidak pernah lemah menghadapi kekuatan besar itu. Mereka tetap bertahan dengan meluncurkan rudal-rudal, di saat pesawat udara Israel berputar-putar di atas langit Gaza.
Lihatlah ratusan ribu penduduk Israel, betapa mereka merasa sangat ketakutan, setelah rudal-rudal itu mampu membunuh dan melukai sebagian mereka serta menghancurkan beberapa pabrik di kota-kota Israel. Lihatlah betapa pejuang mampu menangkap dan menahan beberapa tentara musuh, dan usaha itu mencengangkan banyak orang. Walaupun musuh Zionis telah memulai serangan brutal ini, tetapi yang mendapatkan kemenangan insyaallah para mujahid yang berjuang dengan segenap kekuatan dan ketabahan. Kemenangan insyaallah bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang zalim akan mengetahui akibat dari perbuatannya. Allahuakbar wallillahilhamdu (SINAI/IKH)






Dr. Mahdi 'Akif, Mursyid 'Aam Ikhwanul Muslimin
Mari Dukung Perjuangan Hamas
Jumat, 19/12/2008 10:57 WIB Cetak | Kirim | RSS Rakyat Palestina berinteraksi dengan Hamas dan mereka dapati bahwa gerakan ini tidak dikotori ambisi duniawi dan tidak mengharapkan kekuasaan dalam arti sempit.
Bismillaahirrahmaanirrahiem. Selawat dan salam semoga tercurah kepada nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabat serta orang-orang yang loyal kepadanya.
Hamas, Lubuk Perjuangan Umat
Hamas adalah hati umat Islam dan kemuliaannya. Hamas telah menghidupkan semangat rakyat Palestina yang telah beku. Hamas membangkitkan harapan yang pernah lenyap. Hamaslah yang telah menggagalkan proyek Zionisme dalam penghancuran jantung umat Islam di Palestina. Hamaslah yang telah memaksa dunia internasional untuk mengakui keberadaan bangsa Palestina setelah sekian tahun tidak diakui keberadaannya.
Karena itulah umat Islam Palestina telah mendapatkan naungan hingga seluruh rakyat Palestina mendukungnya dengan sepenuh hati. Kalaulah tidak karena tabir dan rintangan yang dibuat oleh pemerintah otonom, maka ribuan mungkin jutaan sukarelawan akan bergabung melawan penjajah untuk membebaskan negeri Palestina dan membersihkan kesucian Al-Quds serta mengembalikan hak-hak rakyat Palestina.
Tipuan Politik
Seiring dengan perjalanan waktu, negara-negara besar menggunakan tipu daya dan kecurangan politik dalam melancarkan misinya. Fitnah dikobarkan di tengah revolusi rakyat Palestina. Di balik komoditas perjanjian damai, Zionis berusaha menggunakan kesempatan untuk meluaskan daerah jajahan dan mengokohkan pendudukan atas tanah Palestina serta membangun tembok pemisah, membunuh para pejuang kemerdekaan, memblokade Gaza, menghancurkan bangunan-bangunan penduduk, dan merusak pertanian-perkebunan.
Hamas Adalah Harapan Rakyat Palestina
Penyemangat gerakan perlawanan Islam Palestina terhadap Zionis adalah Hamas. Rakyat Palestina merasa bahwa harapan mereka dalam perjuangan merebut kemerdekaan dan masa depan adalah Hamas. Mereka hidup berinteraksi dengan Hamas dan mereka dapati bahwa gerakan ini tidak dikotori ambisi duniawi dan tidak mengharapkan kekuasaan sempit.
Orang-orang Hamas tetap mengangkat senjata dan melakukan perlawanan mengusir penjajah. Memberikan pelayanan kepada rakyat dalam bidang pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Mereka mengamalkan nilai-nilai dan prinsip Islam dalam kehidupan. Inilah awal gerakan perlawanan bersenjata skala dunia yang berhasil menyedot potensi musuh-musuh Islam.
'Gempa' dan 'Badai'
Dari sini mulai terjadilah kegemparan kemudian terjadi badai dalam perang psikologis dan pemikiran di Palestina. Gempar terjadi di kalangan rekan-rekan seperjuangan dan negara-negara Arab serta negara-negara Barat, terlebih Amerika Serikat dan yang pasti adalah penjajah Israel.
Kegemparan ini masih terus terjadi sebelum Hamas mau melucuti prinsip dan syiar perjuangan mereka melawan Israel. Tekanan pertama yang mereka lakukan adalah dengan ancaman memutus bantuan kepada rakyat Palestina. Dalam rangkaian konspirasi internasional, bagaimana menlu AS tidak hanya dengan ancaman boikot saja dan tidak hanya memprovokasi sekutu Baratnya, tetapi juga mengajak negara-negara Arab, seperti Mesir, Arab Saudi dan negara-negara teluk untuk menghentikan dukungan dan bantuannya kepada rakyat Palestina.
Mereka menekan pemerintah daerah kawasan dengan argumen bahwa dukungan kepada pemerintahan Hamas di Palestina akan memperlambat perbaikan politik dan penerapan demokrasi serta langkah mundur dalam penghormatan hak asasi manusia.
Kewajiban Kita
Kewajiban kita terhadap saudara-saudara kita, rakyat Palestina dan Hamas agar kita dapat mencegah badai yang dihembuskan Zionis dan Amerika:

– Saya menyerukan untuk menertibkan kembali PLO dengan dasar kebangsaan yang murni dan sesuai dengan kriteria demokrasi.
– Saya mengajak warga Palestina di luar Palestina yang jumlahnya lebih dari warga yang tinggal di Palestina untuk mendukung saudara mereka yang tengah berjuang di Palestina secara moril dan materiil, politik, ekonomi dan sosial.
– Saya mengajak pemerintah negara-negara Arab untuk tidak tunduk kepada tekanan Amerika, bahkan kita harus meningkatkan sokongan kita kepada bangsa Palestina dalam perjuangannya mengusir penjajah Israel.
– Saya juga mengajak OKI untuk menggelar muktamar internasional negara-negara Islam untuk menguatkan dukungan kepada rakyat Palestina menghadapi konspirasi baru Zionis dan negara-negara Barat.
– Saya menaruh harapan besar kepada rakyat Arab dan negara Islam dan saya percaya bahwa mereka dalam keadaan sangat siap untuk memberikan pengorbanan harta, jika tidak bisa memberikan jiwanya untuk mendukung saudara kita di Palestina yang merupakan perwujudan dari pejuang terdepan dalam pembebasan Al-Quds dan tanah sucinya di Palestina.
– Terakhir, saya berikan dukungan khusus kepada Hamas, “Tsabatlah dengan prinsip kalian dan tetaplah pada jalan perjuangan kalian meski diterpa badai bertubi-tubi.
"Rakyat Palestina bersama kalian. Umat Islam bersama kalian. Bangsa Arab juga bersama kalian dan Allah di atas segala sesuatu tetap bersama kalian.
"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Dan orang-orang yang kafir maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menghapus amal-amal mereka. (Muhammad: 7-8)
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al-Ankabut: 69)”
Selawat dan salam semoga tercurah kepada nabi kita, nabi Muhammad saw. keluarganya serta para sahabat.

Hamas Bangga dengan Indonesia & Pesan Hamas untuk Umat Dunia

26/01/2009 - 15:06

Hamas Bangga dengan Indonesia

Dewi Adhitya S Koesno

INILAH.COM, Jakarta - Tokoh Hamas yang juga Penasehat Khusus PM Palestina, Sami Abu Zuhaer, mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang peduli dengan Palestina. Bahkan Sami bangga dengan Indonesia.

"Kami sebagai warga Palestina merasa bangga mempunyai hubungan erat dengan warga Indonesia. Hal itu karena merasakan sesungguhnya kita umat yang satu," ujar Penasehat Hukum PM Palestina, Sami Abu Zuhaer saat acara penyerahan bantuan pelajar Al-Azhar Indonesia kepada anak-anak Palestina melalui Sami Abu Zuhaer di Mesjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (26/1).

Menurutnya, dukungan yang diberikan warga Indonesia menjadi semangat dalam membangun kembali Palestina. "Mudah-mudahan dukungan ini bisa berjalan seterusnya," imbuhnya.

Sami mengatakan, meskipun saat ini Palestina kehilangan banyak nyawa, namun hal itu bukanlah kekalahan, melainkan kemenangan Palestina di jalur Gaza.

"Betul kami kehilangan anak dan keluarga, rumah-rumah hancur, kami yakin akan menang dan warga Palestina merdeka, karena peperangan kami berdasarkan aqidah," jelas Sami.

Saat ini, tambahnya, sudah lebih dari 1300 warga Palestina meninggal karena penyerangan Israel, namun Palestina tetap merasakan kemenangan.

"Sekarang justru yang saya dengar ada 300 bayi lahir di wilayah Palestina, jadi jumlah itu dua kali lipat dari warga yang tewas. Insya Allah itu menjadi kekuatan baru," tandasnya. [tha/ana]

Pesan Hamas untuk Umat Dunia

Herdi Sahrasad


(istimewa)

INILAH. COM, Jakarta – Hamas selalu seperti itu. Dia hidup di tengah berbagai deraan. Hebatnya, mereka bisa melewati semua tekanan itu. Karena ketegaran itulah, Hamas mengirim pesan tentang kebenaran versi mereka untuk umat dunia.

Tak tanggung-tanggung, tiga tekanan besar sudah dihadapi Hamas. Pertama, embargo keuangan internasional yang dikompori Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Kedua, sabotase politik yang terus-menerus dilakukan oleh oknum-oknum dari rezim Orotitas Palestina yang kalah pemilu dan lebih ingin hidup ‘damai’ di bawah Israel.

Ketiga, semakin ganasnya penjajahan Israel menangkapi para pemimpin Palestina dan memperlakukan rakyatnya lebih biadab dari rezim apartheid Afrika Selatan puluhan tahun silam. Israel, terakhir, bahkan menyerang Jalur Gaza selama tiga minggu.

Khaled Meshaal, pemimpin Hamas di Suriah, adalah pusat pusaran ujian bangsa Palestina saat ini. Dialah orang nomor satu di Harakah Al Muqaawamah Al-Islamiyah. Usianya lebih 50 tahun.

Tepat sembilan tahun yang lalu, ia pernah setengah mati setengah hidup. Gara-garanya, syaraf di dekat telinganya diinjeksi gas racun oleh dua agen Mossad di Yordania.

Sepuluh agen berpaspor Kanada dikirim PM Israel waktu itu, Benjamin Netanyahu, untuk membunuh Meshaal. Walaupun dua agen berhasil ditaklukkan seorang pengawal Meshaal, racun sudah terlanjur disuntikkan. Kedua Mossad yang dibekuk itu lalu ditukar dengan antidote alias penawar racun dan dibebaskannya Asy-Syahid Syeikh Ahmad Yassin. Alih-alih berhasil membunuh Meshaal, Israel malah terpaksa melepas ulama mujahid besar itu dari hukuman penjara seumur hidup.

Hamas semakin populer pasca-agresi Israel. Di mata aktivis Hamas, Israel telah gagal melemahkan Hamas, baik melalui politik maupun aksi militer.

Meninjau situasi di Gaza pasca-agresi Israel, Sekjen PBB, Ban Ki-moon tak mampu berkata-kata. Serangan Israel itu dianggap keterlaluan. Saat meninjau sekolah-sekolah PBB yang diserang Israel, Ban kembali terdiam. Ban hanya menyatakan, suasana yang ia lihat sangat menyedihkan dan menyakitkan hati. Akibat agresi Israel, lebih dari 1.330 orang tewas dan 5.300 orang terluka.

Seiring dengan denyut kehidupan yang kembali normal, terowongan-terowongan bawah tanah pun ikut dibenahi. Ratusan warga Palestina datang ke daerah perbatasan Gaza dan Mesir untuk memperbaiki terowongan yang dibombardir Israel. Penduduk di perbatasan yang mengelola terowongan itu mengaku, distribusi bahan-bahan kebutuhan, seperti bahan bakar, mulai bergerak melalui puluhan terowongan yang masih ada.

Di selatan kota Rafah, ratusan warga Palestina kembali memperbaiki terowongan mereka. Kegiatan itu dilakukan di bawah tenda. Kalau Israel membuka semua pintu penyeberangan, warga Gaza juga tak akan bisnis terowongan.

Menanggapi hal itu, Israel mengancam akan melancarkan serangan kembali untuk menghancurkan terowongan tersebut. “Jika kami harus menyerang kembali untuk menghentikan penyelundupan, kami akan lakukan. Israel punya hak menghentikan penyelundupan selamanya,” kata Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni kepada stasiun radio Israel.

Mengenai ancaman Israel itu, ungkap Khaled Meshaal, ada hal-hal yang harus menjadi catatan bagi setiap Muslim di manapun mereka berada. Pertama, menjadikan Al-Quds tertanam kuat di dalam hati. “Dengan demikian, hati Anda akan bersatu dengan kami di Hamas yang berjuang di luar maupun di dalam Palestina. Jangan katakan ‘akan’ bergabung, tapi ‘bergabunglah’,” katanya.

Kedua, memberikan dukungan yang terus-menerus kepada perjuangan Palestina. Dukungan dana saat ini sedang sangat dibutuhkan dari seluruh kaum Muslimin.

“Kami berjihad dengan diri kami, dengan jiwa kami. Umat Islam yang lain berjihad dengan harta mereka. Bantuan materi ini bukan sekedar membantu Muslimin Palestina, tetapi juga untuk melindungi Al-Aqsha dari kemungkaran.”

Ketiga, dukungan kepada Palestina harus dilanjutkan dengan pengertian yang terus bertambah mengenai masalah-masalah Palestina.

Ada dua kepentingan dari hal terakhir ini. Pertama, dukungan ini akan menjadi bukti bagi bangsa Palestina bahwa meskipun diisolasi oleh Israel dari dunia luar, mereka tidak berjuang sendirian. Kepentingan berikutnya adalah untuk mengatakan kepada Zionis dan Amerika, “Bahwa kita yang di luar akan terus membantu karena ummat Islam adalah tubuh yang satu,” kata Meshaal. [I4]

Selasa, 20 Januari 2009

Jihad, Antara Gaza dan Batam

Jihad, Antara Gaza dan Batam

Ispiraini, Lc

Ketua KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestina) Kota Batam

Siapa yang tidak ingin mencari syahid? Setiap kita adalah perindu syahid, mati ketika berperang membela agama Allah ta’ala, kenikmatan mati syahid digambarkan oleh Rasulullah begitu menggoda, “sesungguhnya orang yang mati syahid itu mendapatkan tujuh hal di sisi Allah: dia diampuni sejak pertama kali darahnya memancar, ia melihat tempat duduknya di syurga, dia diberi perhiasan dengan hiasan iman, dia diselamatkan dari siksa kubur, dia diamankan dari kegoncangan yang besar (kiyamat), diletakkan di atas kepalanya mahkota kebesaran yang mana satu mutiaranya lebih baik daripada dunia dan seisinya, dia dinikahkan dengan 72 bidadari dan dia diberikan hak untuk memberi syafaat kepada 70 orang dari kerabatnya.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad, Syaikh al-Albani mengatakan shahih dalam Shahih at-Targhib dan at-Tarhib).

Namun kondisi Batam yang aman dan damai, yang jauh dari suasana perang, seakan tidak memberikan kita kesempatan untuk mencari syahid di tanah Melayu ini, sementara Palestina khususnya Gaza, yang hari ini menjadi kampusnya para syuhada, jaraknya begitu jauh dari Batam. Tidak hanya jauh, untuk masuk ke Gaza saja bukan perkara yang mudah, karena sejak HAMAS memenangkan pemilu pada tahun 2006 lalu, Gaza menjadi kota penjara, yang dari semua penjuru mata angin tidak bisa dimasuki kecuali melalui jalan “tikus”. Disamping itu, para pejuang Palestina menyatakan bahwa mereka belum membutuhkan tambahan personel dalam perang menghadapi serangan Zionis Israel, oleh karena itu harapan untuk berangkat bergabung dalam jihad di palestina terasa sangat tidak mungkin. Karena tidak bisa berangkat berjihad di Palestina, maka harapan untuk mati syahid dijalan Allah seakan-akan sudah tertutup.

Sekalipun pelik, setiap kita tidak boleh memadamkan cita-cita untuk mati syahid, Rasulullah bersabda, “ siapa yang memohon mati syahid dengan tulus, maka Allah akan menepatkannya pada kedudukan para syuhada, sekalipun dia mati diatas kasur.” (HR. Muslim, kitab al-Imarah, no. 1909), sekalipun kita belum mampu berangkat kesana, masih ada kesempatan menuai pahala yang sama dengan mereka, Rasulullah pernah bersabda ketika dalam perjalanan pulang dari jihad di perang Tabuk, “sesungguhnya di Madinah, ada sejumlah orang yang tidak menyertai kita, tapi pada setiap jalan ataupun lembah yang kita tempuh, sebenarnya mereka menyertai kita. Mereka tidak dapat pergi karena halanngan.” (HR. Bukhari, no. 2684) Dalam riwayat lain disebutkan, “melainkan mereka sama-sama mendapat pahala seperti kalian.” (HR. Muslim, no. 1911). Ibnu Hajar mengomentari hadits tersebut, “hadits ini menunjukkan seseorang dapat meraih pahala orang yang berbuat, ketika dia terhalang untuk melakukannya sendiri.” (Fathul Bari, vol. 6).

Bentuk jihad di Batam

Allah SWT dalam banyak ayat menjelaskan dua model jihad; dengan jiwa dan harta, “dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu dijalan Allah.” (QS. At Taubah : 41). Ketika jihad dengan jiwa belum bisa kita laksanakan, kita tetap dibebankan jihad dalam model yang lain, yakni jihad harta. Apalagi kondisi Jalur Gaza sekarang ini yang betul-betul sudah luluh lantak, maka jihad harta tidak bisa dipandang dengan sebelah mata. Itulah jihad yang tidak bisa dihindarkan oleh siapa saja yang berada diluar Gaza. Dan insya Allah, jihad dengan harta ini, akan bernilai sama dengan pahala para syuhada di Palestina

Rasulullah bersabda, “siapa yang mendanai orang yang berperang dijalan Allah, berarti dia juga ikut berperang, dan siapa yang mengurusi keluarga orang yang sedang berperang dengan baik, berarti dia juga ikut berperang.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ada begitu banyak ragam jihad harta yang bisa kita lakukan bagi saudara kita di Palestina, diantara yang bisa kita laksanakan:

Pertama, Memboikot produk yang menjadi sponsor Zionis Israel, seperti Coca Cola, KFC, Pizza Hut dan lain-lain. Seorang Adolf Hitler, dimasa penjajahan Nazi, pernah membawa dua bungkus korek api, satu buatan Jerman dan yang satu lagi buatan Amerika, lalu dia menyalakankan korek api buatan Jerman, baru menyala setelah dinyalakan tiga kali, lalu dia menyalakan korek buatan Amerika, sekali saja langsung menyala, ketika itu dia berkata, “sekalipun produk Jerman tidak sebagus produk Amerika, tapi kita tetap membeli produk Jerman dan tak akan pernah membeli produk Amerika.” Adolf Hitler memboikot produk Amerika bukan atas landasan aqidah saja bisa, tentu saja ummat Muslim lebih mampu memboikot semua produk pro Zionis Israel, karena kekejamannya atas saudara kita seaqidah di Palestina.

Ide yang semulanya dilontarkan oleh ulama kharismatik Syaikh Yusuf al Qaradhawi ini akan semakin terasa pengaruhnya kalau setiap pimpinan negara Islam komitmen dan bersatu, apalagi negara-negara muslim selama ini mejadi pasar yang cukup menjanjikan dan menguntungkan. Namun sayang, beberapa pemimpin Arab yang kaya raya, lebih mementingkan perut mereka sendiri disbanding memberikan belas kasih bagi rakyat Palestina.

Ketika ini tidak didukung pemerintah, memang efeknya tidak bisa langsung kita rasakan, ditambah lagi sebagian masyarakat kita lebih enjoy dengan produk “Israel”, tetapi minimal ini menjadi pertanggungjawaban kita dihadapan Allah kelak, bahwa kita sudah berusaha sesuai kemampuan yang kita punya.

Kedua, Berusaha berhenti atau mengurangi kebiasaan merokok., Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak jumlah perokok di Asia yang mencapai 146.860.000 jiwa (Kompas, 7 Juni 2008), kita bisa bayangkan kalau saja seperempat dari itu berhenti merokok selama seminggu saja, lalu dananya dialihkan bagi jihad Palestina, maka akan terkumpul dana sebesar Rp. 1,78 Trilyun (dengan asumsi setiap mereka merokok sebungkus sehari dengan harga satuannya Rp. 7000). Jumlah yang bombastis, kalau setiap perokok berusaha mengalihkan anggaran belanja rokoknya buat saudaranya di Palestina.

Ketiga, Berusaha hemat dalam belanja, terutama yang terkait dengan sesuatu yang bersifat konsumtif dan hiasan. Sebuah koran harian dikawasan Teluk telah mempublikasikan berita yang cukup mencengangkan, bahwa setiap tahunnya warga dinegara-negara Teluk membelanjakan US$ 1,7 M untuk keperluan kosmetik, perhiasan dan busana. Kita bisa bayangkan kalau saja mereka bisa berhemat setengahnya saja, maka jumlah dana yang bombstis akan terkirim bagi pejuang di Palestina.

Ikhtitam

Kita sudah seharusnya menyadari bahwa, kita tidak akan mati kelaparan karena berjihad harta. Semua harta yang kita salurkan bagi pejuang di Palestina, tidak akan pernah menjadi sesuatu yang sia-sia. Dalam sebuah riwayat dari Aisyah, Rasulullah pernah memotong seekor kambing, lalu dagingnya Aisyah bagi-bagikan kepada orang miskin semua dagingnya kecuali bagian lengannya, Rasulullah bertanya pada Aisyah, “apa yang tersisa dari daging kambing itu?”, Aisyah menjawa, “tidak ada yang tersisa, kecuali lengannya.” Rasulullah mengoreksi jawaban Aisyah dengan sabdanya, “semuanya tersisa (tidak habis) kecuali lengannya (karena akan dimakan habis).” (HR. Tirmidzi, Syaikh al-Albani mengatakan haditsnya shahih dalam kitab Misykat al-Mashabih).

Mudah-mudahan, apa yang telah kita sumbangkan bagi rakyat Palestina selama ini, menjadi pemberat timbangan kebaaikan kita di hari Kiamat kelak, amin.

Minggu, 18 Januari 2009

Hamas: Perang Gaza Kemenangan Hebat Bagi Rakyat Palestina

Senin, 19/01/2009 09:25 WIB
Hamas: Perang Gaza Kemenangan Hebat Bagi Rakyat Palestina
Rita Uli Hutapea - detikNews

Gaza - Pemimpin Hamas mengklaim bahwa perang dengan Israel di Gaza memberikan "kemenangan hebat" bagi rakyat Palestina.

"Tuhan telah memberikan kita kemenangan hebat. Bukan untuk satu faksi atau partai atau daerah, tapi untuk seluruh rakyat kita," tegas Ismail Haniya, perdana menteri yang ditunjuk kelompok Hamas di Gaza.

"Kita telah menghentikan agresi dan musuh telah gagal mencapai tujuan-tujuannya,

" imbuh pemimpin senior Hamas itu seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (19/1/2009).

Penegasan itu disampaikan Haniya kurang dari 24 jam setelah Israel menghentikan operasinya di Gaza yang telah berlangsung selama 3 pekan.

Israel mulai menarik pasukannya dari Gaza setelah gencatan senjata berlaku efektif pada Minggu, 18 Januari pukul 2 dini hari waktu setempat. Namun pemerintah Israel mengancam, militernya akan kembali melancarkan serangan jika diserang Hamas.

Lebih dari 1.300 warga Palestina telah tewas sejak Israel melancarkan agresinya ke Gaza pada 27 Desember 2008. Menurut Israel, agresi itu sebagai pembalasan atas serangan-serangan roket yang kerap dilancarkan Hamas.

(ita/nrl)

Source : http://www.detiknews.com/read/2009/01/19/092535/1070601/10/hamas-perang-gaza-kemenangan-hebat-bagi-rakyat-palestina

Hamas dan Faksi Palestina Lainnya Ikut KTT Doha

Hamas dan Faksi Palestina Lainnya Ikut KTT Doha Print E-mail
Saturday, 17 January 2009

Image

Doha: Sumber-sumber di pimpinan Hamas menegaskan faksi-faksi Palestina ikut dalam KTT Arab yang dilaksanakan hari ini, Jum’at (16/01), di ibukota Qatar, Doha, yang dihadiri sekitar 12 negara Arab, untuk membahas perang Zionis Israel yang berkelanjutan ke Jalur Gaza.


Kepada koresponden Infopalestina, sumber-sumber Hamas mengatakan Kepala Biro Politik Hamas Khaled Misy’al, Sekjen Jihad Islam Ramadhan Abdullah Syalh dan Sekjen PFLP – General Comando Ahmad Jibril bersama perawakilan faksi-faksi Palestina lainnya telah sampai di ibukota Qatar Doha untuk mengikuti KTT ini.

Sumber Hamas menambahkan, “Menjadi hak kami atas Arab dan menjadi kewajiban Arab untuk mengadakan konferensi dan mengambil keputusan-keputusan untuk menolong rakyat Palestina yang mengalami agresi yang menggunakan berbagai senjata yang dilarang secara internasional, yang hingga saat ini sudah mengakibatkan 1133 orang gugur syahid dan lebih dari 5000 lainnya terluka.”

Sumber Hamas melanjutkan, “Kami menyambut baik apa yang diusulkan Amir Qatar. Kami semua berharap usulan-usulan ini diterjemahkan dalam langkah-langkah nyata. Kami juga berharap, baik dari KTT ini maupun dari pertemuan-pertemuan Arab lainnya, sikap Arab bersatu untuk menjadi penekan atas Zionis Israel dan Amerika Serikat yang mendukungnya guna menghentikan angresi dan merespon tuntutan rakyat Palestina.”

sumber Hamas menegaskan tuntutan faksi-faksi perlawanan Palestina terkait dengan gencatan senjata. “Kami ingin menegaskan pentingnya penghentian agresi, penarikan pasukan Zionis Israel dari Jalur Gaza, penghentian blokade sekali dan untuk selamanya, dan hari dibuka seluruh gerbang perlintasan khususnya gerbang Rafah,” ungkap sumber Hamas. (Sumber: Infopalestina)

Hari ke-22 Genosida di Gaza, 1200 Gugur 55% Anak dan Wanita

Hari ke-22 Genosida di Gaza, 1200 Gugur 55% Anak dan Wanita Print E-mail
Sunday, 18 January 2009

Gaza: Memasuki hari ke-22 agresi militer zionis Israel ke Jalur Gaza, korban terus berjatuhan. Sampai saat ini sudah lebih dari 1200 Palestina gugur syahid, lebih dari separohnya dari kalangan anak-anak, wanita dan orang lanjut usia. Sementara jumlah korban yang terluka mencapai lebih dari 5300 jiwa.

Direktur Pelayanan Ambulan dan Emergency Departemen Kesehatan Palestina, Dr. Muawiyah Hasanain, dalam pernyataan yang disampaikan kepada koresponden infopalestina, Sabtu (16/01) pagi, mengatakan jumlah korban yang gugur syahid meningkat mencapai lebih 1200 syuhada, 410 di antaranya anak-anak, 108 kaum wanita dan 118 orang tua. Itu artinya 55% korban yang meninggal adalah anak-anak, wanita dan orang tua.

Dr. Muawiyah menambahkan, jumlah korban yang terluka akibat agresi zionis Israel ke Jalur Gaza mencapai lebih 5300 orang, lebih dari 400 lainnya dalam kondisi sangat parah. Dia menyatakan, ada sejumlah korban luka yang meninggal akibat luka bakar sangat parah karena terkena senjata pemusnah yang dilarang dunia internasional yang digunakan pasukan penjajah Israel.

Mengenai serangan pasukan Israel ke rumah sakit-rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Jalur Gaza sejak agresi dimulai, Dr. Muawiyah menjelaskan bahwa penjajah sampai saat ini sudah menghancurkan 17 fasilitas kesehatan. Di antaranya adalah rumah sakit al Quds dan pusat pelayanan ambulan dan amergency Palang Merah Internasional. Sebanyak 300 pasien di rumah sakit tersebut dibawa ke rumah sakit as Shifa di kotaGaza. (Sumber:InfoPalestina)

DOA UNTUK PALESTINA-QUNUT NAZILAH

SERUAN QUNUT NAZILAH
BAYAN
DEWAN SYARIAH PUSAT PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
NOMOR: 25/B/K/DSP-PKS/1430

Sampai saat ini bangsa Palestina menghadapi pembantaian secara biadab oleh zionis Israel tanpa henti. Ribuan korban berjatuhan, baik anak-anak, wanita, orang tua dan
penduduk sipil lainnya. Pembantaian dan kezhaliman di tengah diam dan membisunya para penguasa dunia Islam, khususnya dunia Arab. Dunia seluruhnya menyaksikan
kebiadaban dan kezhaliman Zionis Israel, tetapi penjajah itu tidak bergeming dan tidak malu terus-menerus membantai umat Islam di Palestina.
Dalam suasana seperti ini ada suatu senjata yang sangat mudah tapi ampuh untuk digunakan umat Islam. Ialah berdo’a, beristighfar dan mendekatkan diri kepada Allah. Di
antara bentuk do’a yang disunnahkan adalah melakukan Qunut Nazilah dan memperbanyak istighfar.

Tata Cara Qunut Nazilah

Qunut Nazilah adalah pembacaan do’a yang dilakukan umat Islam untuk menolak kezhaliman musuh-musuh Islam dan menghindarkan diri dari berbagai fitnah serta
musibah. Do’a Qunut diucapkan pada saat sholat fardhu, yaitu ketika I’tidal setelah ruku’ pada rakaat terakhir. Dan Rasulullah SAW mencontohkan kepada umatnya bagaimana melakukan Qunut Nazilah. Ketika sahabat Nabi SAW yang diutus untuk mengajarkan Islam dan Alqur'an dikhianati dan dibantai oleh kaum kafir pada peristiwa yang dikenal sebagai Ba'tsul Raji' (10 sahabat) dan Bi'ru Ma'unah (70 sahabat). Rasulullah SAW
melakukan Qunut Nazilah pada setiap shalat wajib sebagaimana disebutkan dalam hadits:

Artinya: “Rasulullah saw melakukan qunut (Nazilah) selama satu bulan setelah ruku' mendo'akan untuk kebinasaan suatu wilayah dari bangsa Arab" (Mutafaqun alaihi)

Artinya: " Rasulullah saw melakukan qunut(Nazilah) satu bulan berturut-turut dalam shalat Dhuhur, Asar, Maghrib, Isya dan Shubuh, tatkala berkata sami'allahu liman
hamidah pada rakaat terakhir. Mendo'akan untuk kebinasaan perkampungan Bani Sulaim, kabilah Ri'l, Dzikwan dan 'Ushiyyah. Sahabat di belakangnya mengamini" (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Do’a Qunut Nazilah tetap dibaca jahar baik pada sholat jahriyah maupun sirriyah. Dan bagi imam dibolehkan membaca do’a dengan teks.

اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنَهُمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ

وَاجْعَل فِي قُلُوْبِهِم الإِيْمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوْفُوْا بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَهُمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ إِلهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنا وَأَصْلِحْ لنا دُنْيَانا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لنا آخِرَتنا الَّتِي فِيهَا مَعَادُنا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لنا فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لنا مِنْ كُلِّ شَرٍّ

اللّهمَّ حَبِّبْ إلَيْنَا الإيمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوْبِنَا وَكَرِّهْ إلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِيْن

اللهم عذِّبِ الكَفَرَةَ الذين يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ ويُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ ويُقاتِلُونَ أوْلِيَاءَكََّ

اللّهمَّ أَعِزَّ الإسْلاَمَ وَالمسلمين وَأَذِلَّ الشِّرْكَ والمشركين وَدَمِّرْ أعْدَاءَ الدِّينِ وَاجْعَلْ دَائِرَةَ السَّوْءِ عَلَيْهِمْ يا ربَّ العالمين

اللهم فَرِّقْ جَمْعَهُمْ وَشَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَخُذْهُمْ أَخْذَ عَزِيْزٍ مُقْتَدِرٍ إنَّكَ رَبُّنَا عَلَى كلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٍ يَا رَبَّ العالمين

اللهم انصر إخواننا المسلمين المظلومين في فلسطين

اللهم انصر إخواننا المسلمين في كل مكان و في كل زمان....

اللهمَّ ارْزُقْنَا الصَّبْرَ عَلى الحَقِّ وَالثَّبَاتَ على الأَمْرِ والعَاقِبَةَ الحَسَنَةَ والعَافِيَةَ مِنْ كُلِّ بَلِيَّةٍ والسَّلاَمَةَ مِنْ كلِّ إِثْمٍ والغَنِيْمَةَ مِنْ كل بِرٍّ والفَوْزَ بِالجَنَّةِ والنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

رَبَّنا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

وصَلِّ اللهمَّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سيدِنا مُحَمّدٍ وعلى آلِهِ وصَحْبِهِ وَسلّم والحمدُ للهِ

Senin, 12 Januari 2009

Israel Penjahat Perang?

http://www.pks-kepri.org/artikel/opini/132-israel-penjahat-perang.html

12 Jan 2009

Israel Penjahat Perang?

Oleh : Suripto

(Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari FPKS dan Ketua Komite Nasional
untuk Rakyat Palestina Palestina)

Dengan ketus, Golda Meir--perdana menteri Israel pertama--langsung
menjawab, ''Palestina tak ada, sebagai bangsa, apalagi negara.''
Sebuah sikap politik yang penuh kebencian dan merenda sejarah panjang
perseteruan dua anak bangsa serumpun: Yahudi versus Palestina, yang
menelan korban tak bisa dihitung jumlahnya bagi suku bangsa terjajah
(Palestina). Kebencian yang pernah dilontarkan Golda Meir dan generasi
penerusnya ditindaklanjuti dengan sejumlah tindakan barbaristik yang
sangat biadab. Dan, hal ini sudah tak aneh di mata publik internasional.

Sayangnya, di saat suasana Natal yang sering dikumandangkan dengan
pesan-pesan kedamaian ataupun perdamaian di belahan mana pun,
Palestina kembali bergolak dengan kejadian yang dikotori dengan
mayat-mayat bergelimpangan dan lumuran darah. Itulah bombardir Israel
ke tengah Gaza selama beberapa hari lalu yang menewaskan ratusan
penduduk sipil bangsa Palestina, di samping yang luka-luka berat dan
hancur luluhnya berbagai infrastruktur seusai Hari Natal itu. Dengan
sedih sekaligus memprihatinkan, Natal 2008 'harus kita catat' gagal
menciptakan misi kemanusiaan, setidaknya di tengah Palestina, tempat
Bunda Maryam melahirkan putranya (Isa AS). Sebuah potret kegagalan
yang harusnya membangkitkan semangat kalangan Nasrani di berbagai
belahan dunia sebagai individu, komunitas, bahkan negara yang
merayakan Natal untuk mengambil prakarsa segera menghentikan agresi
yang sangat mengotori spirit kemanusiaan.

Fakta sungguh paradoks. Sejumlah negara 'Nasrani', termasuk Amerika
Serikat, justru menjustifikasi agresi biadab itu. Maka, sangat
dimaklumi jika saudara-saudara kita yang cinta kemanusiaan terpaksa
harus menunjukkan sikap (kritik pedas) kepada suku utamanya, seperti
AS, meski melalui kantor-kantor kedutaan, termasuk di Jakarta. Kini,
kita perlu buka baju subjektivitas (pro-kontra Israel) yang menggiring
tiadanya titik temu solusi. Yang perlu kita soroti tajam, bagaimana
menyikapi tindakan zionis yang menelan korban ratusan jiwa, di samping
luka-luka parah, apalagi para korbannya kebanyakan kaum sipil
(anak-anak dan kaum wanita). Agresi yang dilakukan oleh Israel, dari
kacamata apa pun, sulit untuk tidak dikategorikan sebagai tindakan
yang tidak berperikemanusiaan.

Realitas menunjukkan bahwa pembombardiran yang dilakukan Israel bukan
hanya melampaui batas, tapi sungguh-sungguh biadab, yang tingkat
penderitaannya tidak hanya hari ini atau beberapa bulan setelahnya.
Karena itu, sikap politik dunia yang harus dibangun bukanlah sekadar
menggiring dunia (Dewan Keamanan PBB) mengeluarkan resolusi gencatan
senjata atau mengutuk, apalagi hanya menyesalkan. Hal ini karena sikap
politik Israel bukan hanya mengabaikan suara dunia, tapi jika
mengindahkan pun, tidak konsisten. Hal ini tak pernah membuat para
pemimpin zionis mengakhiri kebiadabannya. Jika penghentiannya bersifat
sesaat, akan selalu diulangi lagi kebiadabannya. Apalagi, kepentingan
subjektifnya merasa terancam dan terganggu.

Belajar dari perangai politik zionis itu kiranya menjadi krusial jika
pemimpin Israel--siapa pun yang berkuasa--harus digiring ke statuta
hukum yang sangat keras: dinilai sebagai penjahat perang akibat agresi
biadabnya. Inilah kategori yang tak pernah diformat dalam kerangka
mengakhiri konflik rasial yang berkepanjangan di antara dua anak
bangsa serumpun itu hingga kini. Jika kita buka lembaran historis
dunia, kategorisasi itu (penjahat perang) relatif mampu mengakhiri
konflik etnik. Sekadar contoh faktual yang dapat kita petik dari
perang 1992-1995 di Bosnia-Herzegovina, di mana tentara Serbia Bosnia
membantai sekitar 8.000 kaum Muslim pada Juli 1995, sebuah peristiwa
yang disebut-sebut sebagai pembantaian yang paling mengerikan sejak
akhir Perang Dunia II. Akibat tindakan pembasmian etnik ini,
Pengadilan Militer Internasional di Den Haag memutuskan penjahat
perang kepada Milenko Trifunovic, Brano Dzinic, dan Radovan Karadzic
(mantan presiden Serbia Bosnia) yang masing-masing dikenai hukuman 42
tahun. Juga, kepada Milos Stupar, Slobodan Jakovljevic, dan Branislav
yang masing-masing harus menjalani hukuman selama 40 tahun.

Yang perlu digarisbawahi, penyeretan mereka ke meja hijau dan
pengenaannya sebagai penjahat perang benar-benar mengakhiri kondisi
perang etnik di tengah Serbia Bosnia. Bahkan, akhirnya, bisa hidup
berdampingan dengan masyarakat Muslim Bosnia-Herzegovina, sebuah
'komponen' anak bangsa yang sama-sama warga besar bekas negara
Yugoslavia. Contoh yang masih segar itu kiranya layak diterapkan untuk
melihat serangan Israel terhadap anak bangsa Palestina. Namun, dapat
diprediksi, negara-negara maju, seperti AS atau dari komponen Eropa,
bukan hanya tak sependapat dengan kategorisasi itu, tapi akan melawan
gerakan kategorisasi itu, termasuk hak veto jika kondisi politiknya
masuk ke ranah Dewan Keamanan PBB. Namun, reaksi subjektif mereka
dapat di-counter dengan Konvensi Geneva (KG). Berdasarkan beberapa
pasal yang dilahirkan pada 12 Agustus 1949 itu, bombardir Israel
'menabrak' beberapa pasal KG, antara lain Pasal 16 (kejahatan terhadap
perdamaian dan keamanan umat manusia, termasuk kejahatan agresi),
Pasal 17 (kejahatan genosida), Pasal 18 (kejahatan terhadap
kemanusiaan)

, dan Pasal 20 (kejahatan perang). Pasal-pasal ini cukup
tepat untuk menjerat para pemimpin atau perancang atau pelaksana dari
Israel yang melakukan operasi militer di tengah Gaza itu. Jika kita
analisis keempat pasal tersebut, fakta politik menunjukkan bahwa
negeri zionis sejak berdirinya pada 14 Agustus 1948 hingga kini terus
menciptakan ketidakdamaian, terutama kepada bangsa Palestina, baik
secara masif maupun sporadis.

Sejak pendudukannya pada 1949 di Kota Suci Jerussalem, Israel terus
memperluas pendudukannya pada 1967 dengan menguasai seluruh wilayah
Palestina, bahkan sampai ke Sinai dan Dataran Tinggi Golan. Kejahatan
yang dilakukan Israel terhadap kemanusiaan tak pernah berhenti.
Bahkan, pada 1982, ketika berhasil mengepung sebagian wilayah Lebanon
selatan, masyarakat Palestina di kamp-kamp Sebra dan Satilla menjadi
sasaran pembantaian (genosida) dalam jumlah ribuan jiwa. Jumlah
pembantaian etnik ini belum termasuk pembantaian secara militeristik,
dalam jarak dekat ataupun jauh seperti yang baru-baru ini dilancarkan.
Secara kuantitatif, korban anak bangsa Palestina sudah sulit dihitung.

Mencermati kejahatan serius Israel itu sungguh tepat memberlakukan
keempat pasal KG, apalagi korban yang menjadi sasaran utama
serangannya adalah masyarakat sipil. Padahal, menurut Konvensi Geneva
IV, jelas-jelas harus dilindungi (the protected persons). Tidak hanya
dalam waktu perang (bilateral ataupun konflik internal), tapi dalam
waktu damai. Apalagi, keberadaan warga sipil dari sebuah negara yang
berbeda mempunyai kedaulatan. Sekali lagi, siapa pun dari unsur Israel
yang secara aktif berperan dalam memerintahkan perencanaan, persiapan,
inisiasi, atau memicu terjadinya sebuah agresi haruslah bertanggung
jawab atas kejahatan agresinya, baik sebagai kepala negara maupun
aparat yang menjadi pemimpin (leader) atau penyelenggara (organizer).
Semua itu harus diseret ke pengadilan militer internasional. Kita
perlu meneropong, sampai sejauh mana prospek penyeretan para agresor
Israel ke meja hijau internasional? Cukup diragukan memang.
Landasannya, manusia zionis berada di mana-mana. Mereka, sebagai warga
negara atau pemimpin strategis di sejumlah negara maju, memegang peran
penting di lembaga-lembaga internasional, termasuk di Mahkamah
Internasional atau Pengadilan Militer Internasional. Dan, yang tak
kalah strategisnya adalah kekuasaannya di industri media massa. Dalam
konteks ini, manusia-manusia zionis sangat berkepentingan untuk
melakukan counter terhadap isu Israel sebagai penjahat perang.

Kini, dunia Islam ataupun masyarakat Muslim di seantero dunia,
setidaknya para pecinta kemanusiaan, perlu menggalang sikap: Israel
memang penjahat perang. Pembangunan opini ini perlu dikembangkan
secara masif-produktif dan diembuskan secara internasional. Misalnya,
melalui PBB atau negara-negara maju dengan mengembangkan opini tentang
Israel sebagai penjahat perang yang akan dihadapkan pada dilema. Di
sisi lain, yang pro-Israel akan menolak kategorisasi itu. Padahal,
fakta kebiadaban dengan melakukan kejahatan serius terhadap
kemanusiaan sulit dibantah. Hal ini akan membuat sebuah kemungkinan:
pemprosesan hukum untuk kejahatan Israel. Targetnya jelas: penghentian
nafsu pembantaian etnik (bangsa) tertentu di muka bumi ini, yang
memang harus dilindungi. Tanpa penegakan hukum ini (status Israel
sebagai penjahat perang) akan terjadi instabilitas di tengah dua
negara yang dilanda konflik itu dan menjadi potensi destabilitas
dunia. Di sinilah urgensi kesadaran negara-negara adidaya jika
sungguh-sungguh menghormati hak-hak kemanusiaan.

Kini, masyarakat internasional akan menonton, adakah negara-negara
maju yang tergerak untuk menyupermasikan jati diri manusia yang harus
dihormati atau justru hipokrasi dan terus bermain double standard?
Upaya hukum internasional: 'Israel sebagai penjahat perang', akan
menjadi kejelasan sikap yang sesungguhnya di antara komitmen
kemanusiaan dan hipokrasi itu. Kita tunggu.
(Sumber : Republika)

http://www.pks-kepri.org/artikel/opini/132-israel-penjahat-perang.html

Minggu, 11 Januari 2009

UCAPAN TERIMA KASIH KNRP PUSAT


Di muat di Harian Republika Tangal 9 Januari 2009 Hal. 9

Wassalam, ASaikhudin
Sek KNRP Kepri

Jumat, 09 Januari 2009

Buat Apa Mikirin Palestina ??

Buat Apa Mikirin Palestina ??

Oleh Shofwan Al-Banna Choiruzzad

Surabaya, 1945

Langit gelap. Bukan oleh awan yang hendak menurunkan hujan. Angkasa
dipenuhi pesawat sekutu yang bergemuruh. Di dalamnya, para serdadu
masih menyisakan keangkuhan. Mereka baru saja menghancurkan pasukan
Jepang di Front Pasifik. Dari langit, mereka menebar ancaman:
"menyerah, atau hancur".

Beberapa pekan sebelumnya, pengibaran bendera Belanda memicu amarah
para perindu kemerdekaan. Seorang pejuang mencabik warna biru dari
bendera Belanda di Tunjungan, menggemakan pesan bahwa negeri ini tak
rela kembali dijajah. Tentara sekutu menjawab dengan salakan senapan,
bersembunyi di balik alasan "memulihkan perdamaian dan ketertiban".
Jiwa-jiwa merdeka itu berontak. Brigadier Jenderal Mallaby, pimpinan
tentara Inggris di Surabaya, terbunuh. Sekutu murka.

Rakyat gelisah. Surabaya telah lama dikenal sebagai salah satu pusat
perlawanan. Laskar-laskar dari berbagai pesantren dan daerah banyak
yang menjadikan kota ini sebagai markas. Di kota ini pulalah,
Cokroaminoto dan Soekarno muda mendiskusikan cita-cita kemerdekaan.

Suara dari lelaki kurus itu menghapus semua keraguan.

"Saudara-saudara rakyat Surabaya.
Bersiaplah! Keadaan genting.
Tetapi saya peringatkan sekali lagi.
Jangan mulai menembak.
Baru kalau kita ditembak.
Maka kita akan ganti menyerang mereka itu.
Kita tunjukkan bahwa kita itu adalah orang yang benar-benar ingin merdeka.
Dan untuk kita saudara-saudara.
Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.
Semboyan kita tetap.
Merdeka atau mati.
Dan kita yakin, Saudara-saudara.
Akhirnya, pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita.
Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.
Percayalah Saudara-saudara!
Tuhan akan melindungi kita sekalian.
Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!

Merdeka!"

Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya itu akan terus dikenang sebagai
tonggak kemerdekaan Indonesia. Semua yang mengaku mencintai negeri ini
tidak layak untuk menjadikan peristiwa itu berdebu di pojokan sejarah.

***

Gaza, peralihan tahun 2008-2009

Kota padat berpenduduk sekitar 1,5 juta orang –mayoritas pengungsi
akibat pengusiran biadab Israel sejak tahun 1948, 1967, dan ekspansi
ilegal pemukiman yahudi yang tak pernah menghormati perjanjian yang
dibuatnya sendiri- itu mencekam. Sejak 27 Desember 2008,
pesawat-pesawat Israel yang dilengkapi dengan bom-bom terbaru kiriman
Washington membombardir kota ini. Ehud Barak, Menteri Pertahanan
Israel, menyatakan bahwa operasi berjudul "Cast Lead" ini akan
memakan
waktu lama. Hingga hari ini, 510 orang telah meninggal dunia dan
ribuan luka-luka. Tidak ada jurnalis diizinkan masuk. Bantuan medis
pun kesulitan.

Demonstrasi bergolak dari Jakarta sampai Eropa. Dari Jordania hingga
Amerika. Posko bantuan dibuka di mana-mana, meskipun masih sangat
kurang dibandingkan kebutuhan penduduk Gaza.

***

Hati saya sakit saat ada yang berkata: "Ngapain kita ngurusin
Palestina, wong negeri kita saja masih amburadul".

Semoga kita tidak melupakan sejarah bahwa Al-Hajj Amin Al Husaini,
Mufti Palestina, adalah orang pertama yang menyiarkan kemerdekaan
Indonesiadi radio internasional.

Alasan yang sepintas terlihat nasionalis ini adalah pengkhianatan
kejam pada nasionalisme Indonesia itu sendiri. Preambule Undang-undang
Dasar 1945 mendeklarasikan dengan jelas perlawanan pada segala bentuk
penjajahan. Soekarno dan Hatta berkali-kali menandaskan bahwa
nasionalisme Indonesia tumbuh di taman kemanusiaan. "Jangan pikirkan
hal lain kecuali Indonesia" adalah logika yang menghina keindonesiaan.

Hati saya lebih sakit lagi saat ada yang mengatakan "Itu kan salah
HAMAS sendiri yang tidak mau damai dan menembakkan roket! Media di
Indonesia terlalu berpihak pada Palestina, nih…gak berimbang!"

Lalu, yang berimbang itu seperti apa? Seperti media massa Barat yang
lebih menyalahkan HAMAS, menyiarkan propaganda Israel bahwa serangan
ini adalah respon dari tindakan HAMAS menyerang Israel, menyalahkan
sikap HAMAS yang memutus gencatan senjata? Sepertinya kita harus
menelaah peringatan Finkelstein, seorang ilmuwan Yahudi, dalam bukunya
Beyond Chutzpah: On the Misuse of Anti-Semitism and Abuse of History
dan Image and Reality of Israel-Palestinian Conflict. Sejarah telah
dibajak untuk tidak pernah mengkritisi Israel dan media massa pun
tidak bebas dari pembajakan ini. Untuk melihat bias media barat dalam
isu Palestina, silakan buka www.ifamericansknew .org .

Bahkan, menurut saya, media di Indonesia masih terlalu berpihak pada
Israel. Tidak ada yang menyebutkan fakta bahwa pemutusan gencatan
bersenjata oleh HAMAS itu didahului oleh suratprotes gerakan
perlawanan itu atas terbunuhnya 4 orang petani di Gazaoleh tentara
Israel. Tidak ada yang mengingatkan bahwa Israel terus melanggar
perjanjian damai yang disepakatinya sendiri dengan membiarkan
pemukiman ilegal terus tumbuh. Kita juga tak boleh lupa dengan tembok
pemisah apartheid Israel yang memutus akses rakyat Palestina pada
kebutuhan vital kehidupan. Belum lagi blokade Gaza yang lebih kejam
dari Blokade Berlin pada masa Perang Dingin.

"Itu kan salah HAMAS sendiri yang tidak mau damai…"

Sampaikan pernyataan itu pada Bung Tomo dan para pendiri negeri ini.
Alhamdulillah, para pendiri negeri ini menolak iming-iming perdamaian
palsu di bawah ketiak Ratu Belanda. Soekarno bahkan menantang: "Ini
dadaku, mana dadamu!"

Kalau kita menggunakan logika yang sama, berarti kita mendukung Agresi
Militer Belanda pada tahun 1948. "Itu kan salah para pejuang
kemerdekaan Indonesia yang tidak mau damai!"

Tidak banyak yang mengingatkan bahwa Israel berdiri dengan berkubang
darah pembersihan etnis yang menghalalkan pembantaian dan pengusiran
terhadap penduduk asli Palestina (Ilan Pappe: The Ethnic Cleansing of
Palestine ). Komunitas Yahudi yang hidup dalam perdamaian di bawah
Khilafah Utsmaniyah tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan
saudara-saudara mereka yang mengungsi dari kebiadaban Eropa dan
membawa ide rasis radikal untuk mendirikan Israel (Amy Dockser Marcus,
Jerusalem 1913). Bayangkan, komunitas yahudi saat itu yang sekecil
komunitas muslim di Swedia saat ini tiba-tiba menuntut Negara sendiri
dengan luas wilayah yang melebihi luas wilayah penduduk aslinya. Kalau
muslim di Swedia tiba-tiba menuntut mendirikan Negara Islam, mereka
pasti segera dicokok dan dilabeli teroris.

Memori pembantaian ini dihapus dari sejarah dunia dan dari kesadaran
rakyat Israel. Pada saat yang bersamaan, kenangan pahit ini terus
hidup di antara rakyat Palestina. Maka, sangat sulit bagi orang
Palestina untuk menerima perdamaian yang tidak pernah berpihak pada
mereka, lha wong keberadaan Israel saja tidak legal! Wajar jika
popularitas HAMAS semakin lama justru semakin meningkat.

Indonesia saat itu tegas tidak mengakui Israel karena melihat fakta
ini. Sayang, kini banyak yang sudah lupa. Banyak yang terjebak dalam
narasi fiktif "Israel yang cinta damai terancam keberadaannya oleh
HAMAS yang ekstrimis yang tidak mau damai".

Kalaupun kita harus menerima fakta bahwa berdasarkan hukum rimba
Israel itu eksis, tidak berarti bahwa kita berhak menyalahkan mereka
yang menghendaki perdamaian sejati yang lahir dari kemerdekaan. Saya
mendukung proses perdamaian, tapi harus dengan dialog yang adil dan
terbuka yang melibatkan HAMAS sebagai kekuatan riil di Timur Tengah.
Tidak sekedar perjanjian sepihak yang dibuat AS dan Israel lalu
dipaksakan pada Palestina.

Kemanusiaan. Keindonesiaan. Islam. Ketiganya memaksa saya berpihak
pada yang lemah dan tertindas.

Ngapain sih mendukung Palestina?

Ngapain sih mendukung Palestina?
Pasti banyak yang bertanya-tanya demikian...

Kalau ada ribut-ribut di negara- negara Arab, misalnya di Mesir,
Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan
terhadap Negara tersebut. Misalnya baru-baru ini ketika Palestina
diserang. Ngapain sih mendukung Palestina?

Pertanyaan tersebut diatas sering kita dengar, terutama karena kita
bukan orang Palestina, bukan bangsa Arab, rakyat sendiri sedang susah,
dan juga karena entah mendukung atau enggak, sepertinya tidak
berpengaruh pada kegiatan kita sehari-hari.

Padahal, untuk yang belum mengetahui.. kita sebagai orang Indonesia
malah berhutang dukungan untuk Palestina.

Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto
pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de
jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan
dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya
pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia
bisa berdaulat.

Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina
dan Mesir, seperti dikutip dari buku "Diplomasi Revolusi Indonesia di
Luar Negeri" yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan
Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc. Buku ini diberi kata
sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M.
Natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI
ketika buku ini diterbitkan) , dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.

M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam
bukunya pada hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan
dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat
negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.

Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini
-mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:

".., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan
'ucapan selamat' mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau
melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada
Alam Islami, bertepatan 'pengakuan Jepang' atas kemerdekaan Indonesia.
Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami
sebar-luaskan, bahkan harian "Al-Ahram" yang terkenal telitinya juga
menyiarkan." Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai
mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi "Panitia
Pusat Kemerdekaan Indonesia" dan memberi dukungan penuh. Peristiwa
bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin
juga para pejabat dinegeri ini.

Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta
benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang
Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia ,
Muhammad Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang
spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda
bukti dan berkata: "Terimalah semua kekayaan saya ini untuk
memenangkan perjuangan Indonesia .."

Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui kedaulatan
RI pertama kali oleh Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu
(yang disusul oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar
bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan
berdaulat penuh.. Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan
Belanda (juga dengan negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam
perundingan & pembahasan tentang Indonesia di lembaga internasional.

Dukungan Mengalir Setelah Itu

Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia
menjadi sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk
'Panitia Pembela Indonesia '. Para pemimpin negara dan perwakilannya
di lembaga internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong
diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga
tersebut.

Di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada
Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan
Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk
Surabaya , demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah
khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di
lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada
yang gugur dlm pertempuran yang sangat dahsyat itu.

Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum
Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat
kapal "Volendam" milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah
sampai di Port Said.

Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu.
Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih
–tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan
menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang
ingin menyuplai air & makanan untuk kapal "Volendam" milik Belanda
yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan.
Kemudian motor boat besar pengangkut logistik untuk "Volendam"
bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr.
Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur
perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak
menyurutkan perlawanan para buruh Mesir.

Wartawan 'Al-Balagh' pada 10/8/47 melaporkan:

"Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar
itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang
kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan
motor-boat besar itu kejuruan lain."

Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada salib
menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia
dan Dunia Arab. "Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia
seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya
untuk membebaskan diri dari Eropa."

Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia
yang saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan
peran bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu
perdjoeangan kita..(Lihat foto bung Hatta, Hj Agus Salim, Mufti
Palestina, dan pemimpin Mesir di attachement supaya kita kenal wajah
wajah dari tokoh pembela Indonesia ini)

Statement Tokoh dalam buku ini:
Dr. Moh. Hatta
"Kemenangan diplomasi Indonesia yang dimulai dari Kairo. Karena dengan
pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia
sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup
bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu
dilakukannya di masa-masa yang lampau."

A.H. Nasution

"Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu
mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan
jang paling dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di
luar negeri. Mesir, Siria, Irak, Saudi-Arabia, Jemen, memelopori
pengakuan de jure RI bersama Afghanistan dan IranTurki mendukung RI.
Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2 revolusi kita. Dan
simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur Tengah merupakan
modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus dibina untuk
perdjuangan jang ditentukan oleh UUD '45 : "ikut melaksanakan
ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial".

"Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta
mencintai antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu
anggota berasa sakit maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan
tidak dapat tidur." (HR Bukhari)